Dorong Ekonomi Kreatif, OIKN Akan Hadirkan Creative Hub
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu sektor pendorong roda ekonomi. Rencananya, industri ekonomi kreatif di IKN akan terintegrasi dalam sebuah wadah yang disebut dengan IKN creative hub.
Menurut Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kedeputian Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN I Gede Benny Subawa, creative hub akan menjadi tempat bertemunya anak-anak muda lokal dengan pendatang yang akan hadir ke IKN.
"Mereka berasimilasi disana, berkreasi bareng. Tidak terlalu pusing memikirkan modal hardware karena itu akan jadi peran kita. Sebisa mungkin kita sediakan, sebisa mungkin kita akomodir," kata Benny kepada Investortrust usai mengisi diskusi Nusantara Fair 2024 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (27/01/2024).
Baca Juga
OIKN Patok Target Net Zero Emission di 2045, Ini Skenarionya
Secara umum menurut Benny, creative hub dipersiapkan pemerintah sebagai upaya untuk mengasah minat bakat kreatif anak-anak muda lokal dan pendatang di kawasan IKN, khususnya kompetensi digital. Ia menambahkan, hal tersebut diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kemajuan industri ekonomi kreatif di IKN itu sendiri.
Namun rencananya creative hub baru akan hadir di penghujung tahun 2025. Benny yang juga seorang pelaku usaha, berharap agar perkembangan pembangunan IKN semakin lancar khususnya setelah dilaksanakannya Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di IKN, 17 Agustus 2024 mendatang.
"Kita pembangunan sudah 70% plus. Kalau semua berjalan lancar harusnya akhir tahun depan kena nih," sebutnya.
Sementara itu, Benny juga menyebutkan belum ada rincian angka yang dapat dipublikasikan kepada publik terkait nilai investasi atau anggaran yang dibutuhkan untuk sektor industri ekonomi kreatif di IKN, terkhusus pembuatan creative hub itu sendiri.
Baca Juga
OIKN: Investasi IKN Pasca Groundbreaking ke-4 Capai Rp83,4 triliun
"Dua hari lalu kita baru meeting dengan Kemenko PMK membahas program dan anggaran kegiatan, sepertinya setelah diskusi kita tuntas baru akan ada bayangan kita mau bikin apa dan dengan angka berapa," terangnya.
Terkait dengan dampak ketidakstabilan politik dan makroekonomi nasional terhadap perkembangan IKN, Benny enggan berkomentar lebih jauh. Namun ia menyebutkan proses perancangan hingga eksekusi akan lebih baik apabila situasi politik telah stabil.
"Semester 1 (2024) fokus kita masih studi dan analisa, semester 2 (2024) kita akan coba push ke infrastruktur seperti yang kita bilang. Setelah upacara (17 Agustus 2024) beres, situasi politik mungkin stabil ya, lebih enak mempelajari data," pungkasnya.

