Hari Guru Nasional, Jokowi: Manfaatkan Bonus Demograsi Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para guru di seluruh Indonesia membantu memanfaatkan bonus demografi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal itu dikatakan Jokowi dalam peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2023 di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).
Jokowi menyatakan, peluang bonus demografi terjadi pada periode 2030-2035 ketika penduduk Indonesia didominasi oleh anak-anak muda. Bones demografi itu harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju dan modern di usianya yang genap seabad pada 2045 nanti.
"Sebab pembangunan kualitas sumber daya manusia itu adalah kunci, dan itu menjadi tanggung jawab ibu dan bapak sekalian yang berprofesi sebagai guru,” kata Jokowi dikutip dari Antara.
Baca Juga
Investasi Rp 30 Triliun, Jokowi Groundbreaking Kawasan Industri Pupuk Pertama di Indonesia Timur
Dikatakan, peluang bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mencetak generasi Indonesia yang unggul, tangguh, sehat fisik dan mental, serta terampil. Guru yang unggul dan hebat sangat diperlukan karena guru yang menjadi pembimbing, motivator, mentor, sekaligus menjadi sahabat dan panutan para siswa.
“Kalau di Jawa ada istilah, guru iku digugu lan ditiru, guru itu dipercaya dan dijadikan panutan. Dengan peran bapak ibu guru yang sangat strategis ini, pemerintah menaruh harapan besar dan saya berharap PGRI dan seluruh jajaran pendidikan untuk terus memperjuangkan pendidikan yang inklusif, nyaman, sekaligus menyenangkan bagi anak-anak kita,” kata Jokowi.
Baca Juga
“Sekolah harus menjadi taman belajar untuk menumbuhkembangkan bakat dan potensi anak agar menjadi anak yang kokoh secara fisik, emosional, dan spiritual serta menjadi anak cerdas dan terampil,” kata Jokowi menambahkan.
Dalam Peringatan HUT ke-78 PGRI tersebut, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, Menko PMK Muhadjir Effendy, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

