Prabowo-Gibran Komitmen Dorong NZE 2060, Begini Strateginya
JAKARTA, investortrust.id - Pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sudah menyiapkan strategi untuk mendorong terwujudnya Net Zero Emission 2060.
Wakil Bendahara Umum TKN Prabowo-Gibran, Bobby Gafur Umar mengungkapkan, strategi yang dimaksud adalah dengan melakukan transisi pada sektor transportasi dan pembangkitan tenaga listrik.
Dia menyebut, dua sektor tersebut lantaran dianggap memiliki kontribusi besar terkait emisi karbon.
Baca Juga
Timnas AMIN Sebut Indonesia Emas 2045 adalah Satu Kemakmuran
“Yang pertama adalah sektor transportasi, jadi harus ada migrasi dari sistem transportasi yang sekarang menggunakan bahan bakar fossil menuju elektrifikasi. Yang kedua adalah bagaimana untuk bisa pembangkitan tenaga listrik yang sekarang didominasi oleh bahan bakar dari fossil,” kata Bobby dalam Konferensi Pers Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045, Rabu (10/1/2024).
Bobby menyampaikan, selain sumber daya seperti dari matahari, air, angin, transisi menuju energi hijau pada pembangkitan tenaga listrik juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan biomassa, seperti dari limbah pertanian, limbah perkebunan, limbah kehutanan.
“Contohnya petani menanam jagung. Habis menanam jagung, jagungnya dipanen, batangnya tidak dimanfaatkan. Padahal ini bisa menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik dari biomassa,” ujarnya.
Baca Juga
TKN Prabowo-Gibran Akui Butuh Dana dari Investor untuk Bangun Negeri
Menurut Bobby, jika hal ini bisa dilaksanakan maka akan ada suatu terobosan bagi para petani dan pekebun untuk bisa mendapatkan pendapatan tambahan. Perekonomian para petani dan pekebun pun juga dinilainya akan meningkat.
“Kalau itu bisa, itu luar biasa potensinya. Kita bisa ada 56 gigawatt yang kita dapatkan dari biomassa listrik ini untuk menggantikan energi fossil. Nah hal itu akan menjadi program kita ke depan,” papar Bobby.
Kondisi ini dinilai Bobby sama persis dengan yang terjadi sewaktu Indonesia membangun industri kelapa sawit, di mana pengusaha-pengusaha besar menjadi intinya dan plasmanya para petani tersebut.

