Soal Mahfud Ingin Mundur dari Kabinet, TKN: Malu Dapat Skor 5 oleh Ganjar
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Habiburokhman turut merespons rencana cawapres nomor urut 3, Mahfud MD yang ingin mundur dari jabatannya sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam). Habiburokhman menduga keinginan Mahfud untuk hengkang dari kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada kaitannya dengan penilaian rendah yang diberikan oleh capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.
"Ya saya enggak ngerti, mungkin momentumnya apakah Pak Mahfud merasa malu karena sebagai menko polhukam dikasih skor 5 sama Pak Ganjar Pranowo kan mungkin seperti itu atau apa mungkin ada momentum lain, Dipermalukan lagi seperti itu baru mundur saya enggak ngerti," ungkap Habiburokhman saat dijumpai awak media di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Rabu (24/01/2024).
Baca Juga
Dilansir dari berbagai sumber, beberapa waktu lalu Ganjar Pranowo pernah memberikan skor 5 untuk kinerja penegakan hukum di Indonesia. Namun, penilaian tersebut tidak spesifik diberikan kepada salah satu instansi atau pejabat publik tertentu.
Sementara itu, Mahfud menyatakan akan mundur dari kabinet Presiden Jokowi secara baik-baik pada saatnya nanti. Mahfud menambahkan, tengah menunggu momentum yang tepat. Pernyataan ini disampaikan Mahfud kepada publik saat menghadiri kegiatan di Jawa Tengah, Selasa (23/01/2024) malam.
Pernyataan Mahfud yang Merasa Dipermalukan Gibran
Habiburokhman yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra juga mengomentari pernyataan Mahfud yang merasa dipermalukan oleh cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat keempat Pilpres 2024, Minggu (21/01/2024) lalu.
"Nah yang disampaikan Pak Mahfud saya baca di online ya kan, 'Gibran seperti dilatih untuk mempermalukan saya dan saya permalukan balik'. Saya orang hukum mengatakan bahwa satu, Pak Mahfud secara gegabah mengambil kesimpulan terhadap sesuatu yang tidak bisa dia pastikan ya kan Gibran ingin mempermalukan dia," katanya.
Anggota Komisi III DPR tersebut juga menyebut apa yang terjadi justru sebaliknya. Menurut Habiburokhman, Mahfud telah membuat pengakuan sempurna bahwa ia sendiri yang ingin mempermalukan Gibran.
"Kalau Gibran saya tahu banget, Mas Gibran bukan untuk mempermalukan, tetapi itu adalah top of mind, sesuatu yang sangat dia risaukan sebagai anak muda yang mengerti soal geostrategis kondisi internasional bahwa hal hal tersebut penting untuk ditanyakan kepada masing masing paslon. Tentang LFP, greenflation, kan itu kan memang kerisauan bagi yang paham bagi yang ngerti," terang Habiburokhman.
Ia juga berharap publik turut menilai perihal siapa yang lebih baik dalam beretika.

