Timnas AMIN: Pembangunan 40 Kota Existing Percepat Pemerataan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) menyatakan program Capres dan Cawapres nomor urut 1 tentang pembangunan 40 kota yang sudah ada (existing) di seluruh wilayah Indonesia agar setara dengan Jakarta akan efektif dalam pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
Anggota Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, Awalil Rizky menyampaikan, visi misi AMIN menitikberatkan pada 3 hal, yaitu kesetaraan, keadilan, serta kemakmuran. Dia menjelaskan, pembangunan 40 kota se-Indonesia itu guna untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi nasional.
“Dari sisi visi, misi, dan program AMIN sudah selesai dengan menitikberatkan pada kesetaraan dan keadilan untuk mewujudkan Indonesia adil makmur untuk semua. Tentu kami terus berdiskusi dengan para pakar dan ahli baik dari internal Timnas AMIN maupun eksternal (akademisi independen) khususnya tentang pembangunan 40 kota existing yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk akselerasi pemerataan ekonomi,” ujar Awalil saat konferensi pers di Sekretariat Koalisi Perubahan di Jalan Brawijaya X Nomor 46, Jakarta, Jumat (12/1/2024).
Anggota Dewan Pakar Timnas AMIN, Ahmad Nur Hidayat menambahkan, Ibu Kota Nusantara (IKN) telah memiliki dasar hukum, yaitu undang-undang, sehingga pemerintah harus melaksanakannya. Sementara itu, Timnas AMIN memiliki opsi lain dalam pembangunan kota, yaitu melalui upgrade 40 kota yang sudah ada, bukan membangun dari nol.
Baca Juga
Timnas AMIN Sebut Indonesia Emas 2045 adalah Satu Kemakmuran
“Pembangunan (upgrade) 40 kota yang sudah ada ini akan lebih terasa dampak pemerataan ekonomi dibandingkan hanya membangun satu kota baru. Pasalnya, ketimpangan saat ini terasa di mana-mana,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini pemerintah memiliki konsep pembangunan kota, tetapi bukan untuk pemerataan karena tidak relevan jika hanya membangun satu kota baru, yaitu IKN.
“Komitmen kita adalah pembangunan kota tidak sekadar fisik, kota ada masalah hubungan keluarga dan budaya, tidak serta merta pembangunan fisik, tetapi upgrade sehingga kota nantinya memiliki ruang publik untuk warga,” sebut Ahmad.
Pemerataan Lebih Cepat
Sementara itu, Direktur Center for Infrastructure Investment & Development Analysis (CIIDEA), Bambang Wijananto mengatakan, pemerataan ekonomi bisa terjadi jika redistribusi ekonomi dijalankan.
Baca Juga
Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5%, Timnas AMIN: Progresif tapi Realistis!
“Bayangkan IKN dibangun, akan ada satu pusat saja. Jika 40 kota ini di-upgrade, maka redistribusi ekonomi lebih cepat. Investor akan banyak pilihan daripada 1 portofolio (pembangunan satu kota baru),” kata Bawi, sapaan akrab Bambang Wijananto.
Lebih lanjut, Bawi menuturkan, ada diversifikasi risiko bagi investor dalam pembangunan 40 kota, dan sumber pembiayaan akan meningkat signifikan.
“Dari kacamata pembangunan, membangun 40 kota yang existing ini sangat menarik, karena ada diversifikasi risiko, diversifikasi investor, dan diversifikasi pembiayaan,” kata Bawi.
Timnas AMIN menyebutkan program pembangunan 40 kota yang existing di berbagai wilayah Indonesia sebetulnya hal biasa. “Akan tetapi, program ini menjadi luar biasa karena melaksanakan hal-hal yang selama ini terabaikan. Padahal, pembangunan kota ini sangat mendasar, tetapi tidak dilakukan oleh rezim saat ini,” lugas anggota Dewan Pakar Timnas AMIN, Marco Kusumawijaya.

