Garuda Naikkan Biaya Penerbangan Haji 4,7% jika Ikuti Kurs Rp 16.000 dari Pemerintah
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan, terjadi kenaikan biaya sebesar 4,7% untuk penerbangan ibadah haji 2024. Pasalnya, Garuda Indonesia menggunakan kurs Rp 16.000 per dolar sebagaimana yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag).
“Kami berkomitmen untuk tidak melakukan perubahan harga sama sekali, kecuali implikasi terhadap kurs. Dan yang kedua kita akan mempertahankan estimasi harga fuel, yaitu sebesar 93 (Usc/liter) dan menggunakan kurs Rp 16.000 sesuai yang akan digunakan Kemenag,” kata Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Komisi VIII DPR RI mengenai BPIH, Rabu (15/11/2023).
Baca Juga
DPR: Masyarakat Tak Sanggup Pergi Haji jika Ikuti Biaya Pemerintah
Kendati demikian Irfan menjelaskan, jika kurs tersebut diubah Kemenag, maka otomatis Garuda juga akan melakukan perubahan harga. Angka tersebut dinyatakan masih sementara dan ada kemungkinan berkurang.
Sebagai perbandingan, biaya tahun lalu disepakati Rp 32.742.992 per jamaah dengan asumsi harga bahan bakar 93 Usc/liter dan kurs Rp 15.150. Dengan kenaikan 4,7% maka biaya penerbangan haji menjadi Rp 34.281.912.
Lebih lanjut Irfan menerangkan, ada dua komponen terbesar dalam penentuan biaya perjalanan haji ini. Pertama adalah biaya avtur, yang kedua biaya sewa pesawat yang secara total seluruhnya itu mencapai sekitar 79%.
Baca Juga
Terlepas dari pembiayaan tersebut, Irfan mengatakan bahwa Garuda Indonesia berkomitmen kuat untuk melayani para jamaah haji sebaik mungkin. Garuda bahkan menyediakan back-up pesawat untuk mengantisipasi masalah di lapangan.
“Jumlah pesawat yang kita rencanakan untuk digunakan di seluruh embarkasi ada 15. Dan berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami memutuskan untuk menyediakan back-up pesawat khusus untuk penerbangan haji jika terjadi masalah, baik itu di bandara, di penerbangan, maupun di pesawat,” sebutnya.
Garuda memperkirakan tidak ada perubahan signifikan jumlah jamaah haji. Irfan mengestimasikan Garuda akan menerbangkan sekitar 114.172 orang jamaah. Jumlah itu didapat dari total jamaah tahun ini sebesar 104.172 orang dan setengah dari tambahan kuota, yaitu 10.000 orang.
“Kami juga berkomitmen kepada Departemen Agama untuk mempersiapkan penginapan hotel jika terjadi penundaan pemberangkatan sehingga flow jamaah haji masuk embarkasi tetap bisa kita jaga. Karena akan jadi masalah jika terjadi penundaan masuk ke asrama,” tandasnya. (CR-8)

