Mulai Awal Januari 2024, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras ke 22 Juta Keluarga
JAKARTA, Investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan terdapat sebanyak 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan pangan beras.
Jumlah KPM yang menerima bantuan pangan beras itu diambil dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan telah menjadi kesepakatan antara Bapanas dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Baca Juga
Jokowi Minta Masyarakat Doakan Bantuan Beras Berlanjut Hingga Maret 2024
“Jadi mulai Januari, Bulog akan menyalurkan bantuan pangan beras kepada 22.004.077 KPM menggunakan data P3KE dari Kemenko PMK. Dari data ini terdapat kenaikan jumlah penerima sekitar 8 persen dibandingkan KPM 2023," ucapnya pada Sabtu (30/12/2023).
"Kita ingin penyaluran bantuan pangan beras tahun depan lebih tepat sasaran, sehingga kita terapkan saat penyerahan bantuan ke KPM, selain by name by address, ditambah lagi by picture dan NIK (Nomor Induk Kependudukan), jadi tidak mungkin salah sasaran," tambah Arief.
Arief menjelaskan, langkah menginisiasi bantuan pangan beras ke masyarakat berpenghasilan rendah, agar stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog dapat tersalurkan dengan baik dan meminimalisir adanya disposal atau pemusnahan stok.
Baca Juga
Jokowi: Program Bantuan Beras Bisa Dilanjutkan di 2024 Jika Anggaran Cukup
"Saya merasa berkewajiban agar tidak ada disposal stok di Bulog, sehingga tidak mubazir. Ini bisa disebabkan stok yang rusak karena lama terendap di gudang. Untuk itu, stok CBP ini perlu disalurkan ke masyarakat luas yang memang membutuhkan," ungkapnya.
"Ke depannya bantuan pangan ini, kita mimpinya bersumber dari pangan lokal yang ada di daerah itu. Misalnya kalau makanan pokok daerah itu adalah jagung, itu yang kita offtake dan distribusikan ke masyarakat daerah tersebut,” tandas Arief.

