Tantowi Yahya Nilai Anies, Prabowo, dan Ganjar Main Aman di Debat Capres
JAKARTA, investortrust.id - Politikus Partai Golkar, Tantowi Yahya menilai ketiga capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo main aman dan sangat hati-hati dalam debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir capres di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Hal ini karena masing-masing capres merasa sudah menang di Pilpres 2024 dan tiap kesalahan akan memberi poin positif bagi lawannya.
"Nonton debat tadi malam seperti menyaksikan pertandingan dimana setiap tim sudah merasa menang. Masing-masing aman, sangat hati-hati agar tidak membuat kesalahan. Setiap kesalahan berakibat fatal, poin bagi lawan," kata Tantowi Yahya dalam unggahan di akun Instagram @tantowiyahyaofficial yang dikutip Senin (5/2/2024).
Baca Juga
Prabowo dan Ganjar Debat soal Stunting dan Kurang Gizi, Mana yang Benar?
Untuk itu, Tantowi menilai banyak penonton yang kecele dengan Anies dan Ganjar yang tidak segalak biasanya. Sementara Prabowo terlihat tenang dan tidak terpancing emosi.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru ini menilai Anies dan Ganjar sadar menyerang Prabowo, apalagi pribadi, justru menambah simpati rakyat kepada capres nomor urut 2 tersebut. Hal ini mengingat karakter masyarakat Indonesia yang memihak kepada yang teraniaya dan terdzolimi.
"Prabowo sendiri di luar dugaan berhasil mengalahkan musuh terbesarnya, emosi. Tadi malam dia in control, tidak terpancing. Ini membuatnya menjadi simpatik, artikulatif dan bijak. Dia menyampaikan misi dan program kerja nya selama 4 menit di awal debat dengan tenang, tanpa melihat catatan," katanya.
Sementara itu, Anies dan Ganjar yang dalam dua debat sebelumnya terkenal kritis dan galak kini tampil lebih tenang dengan sesekali menyerang. Serangan Anies dan Ganjar sendiri lebih banyak tertuju ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah, bukan ke Prabowo.
"Dan Prabowo sendiri tidak ngotot membela meski dia sendiri masih di pemerintahan. Dia malah menerima dan setuju ketika dia anggap kritik-kritik itu benar," paparnya.
Pada awalnya, kata Tantowi Yahya, debat pamungkas capres terkesan membosankan dan lebih cocok disebut sarasehan karena ketiga capres hanya saling mendukung dan melengkapi. Namun, pada segmen-segmen selanjutnya, debat mulai memanas karena manuver Anies dan Ganjar dalam mengkritisi pemerintah dan menguji kesabaran Prabowo.
Baca Juga
Ini Alasan Ganjar Tanya soal Bansos ke Anies di Debat Pilpres
Untuk itu, Tantowi Yahya menilai debat kelima Pilpres 2024 menjadi debat pamungkas yang keren. Visi, misi, dan program yang dibeberkan ketiga capres dapat menjadi gagasan besar untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.
"Kita dipaparkan gagasan besar tiga calon presiden yang apabila digabungkan akan menjadi narasi besar negara ini dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. Ini sesuai dengan tekad banyak negara di dunia sekarang yang lebih mendahulukan kolaborasi daripada kompetisi," ungkapnya.

