Dari 545 Daerah, Pilgub DKI Tetap Jadi Magnet di Pilkada 2024
JAKARTA, investortrust.id - Proses penghitungan suara Pileg dan Pilpres 2024 saat ini masih berjalan. Meski demikian, sejumlah partai politik (parpol) sudah berancang-ancang untuk kembali bertarung di Pilkada 2024. Sebanyak 545 daerah dengan perincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota akan secara serentak menggelar pilkada pada November 2024.
Dari ratusan daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah tersebut, terdapat sejumlah pilkada yang bakal menyedot perhatian publik. Salah satunya Pilkada DKI Jakarta. Hal ini mengingat gubernur DKI Jakarta dapat menjadi tangga menuju pertarungan di Pilpres 2029.
"Sehingga siapa pun yang terpilih, akan langsung masuk dalam orbit pembahasan strategis politik nasional sebagai salah satu kandidat capres," kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS), Agung Baskoro kepada Investortrust.id, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga
KPU Tetapkan Pilkada 2024 Digelar 27 November 2024, Begini Jadwal dan Tahapannya
Sejumlah tokoh diperkirakan bakal berlaga di Pilkada DKI. Partai Golkar misalnya menjagokan nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan mantan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Sementara Partai Nasdem mengusung nama Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
Agung menilai munculnya nama-nama tersebut menunjukkan Pilgub DKI memiliki magnet yang kuat. Namun, Agung menekankan, elektabilitas saja tidak cukup bagi seseorang untuk bertarung memperebutkan kursi DKI 1. Selain elektabilitas, terdapat sejumlah modal lain yang diperlukan bakal calon gubernur DKI. Salah satunya isi tas atau logistik.
"Elektabilitas saja tak cukup untuk melenggang ke Pilgub DKI Jakarta karena perlu akseptabilitas di tingkat elite, isitas yang mumpuni, dan kualitas figur yang ditandai rekam-jejak yang mumpuni," katanya.
Selain tiga nama tersebut, nama mantan Gubernur DKI yang juga cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan belakangan disebut bakal kembali bertarung di Pilkada DKI 2024. Apalagi, PKS yang merupakan partai pengusung Anies di Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2024 meraih suara tertinggi di Jakarta untuk Pemilu 2024.
Baca Juga
Golkar Siapkan Ridwan Kamil dan Ahmed Zaki Maju Pilgub DKI Jakarta
Agung menilai terbuka kemungkinan PKS kembali menjagokan Anies di Pilkada DKI 2024. Namun, terbuka juga kemungkinan Anies menempati posisi strategis lainnya.
"Di tahap ini, PKS perlu segera membangun komunikasi politik di internal mereka maupun ke eksternal, agar jagoan yang mereka dukung memiliki elektabilitas sekaligus akseptabilitas elit yang kokoh untuk didukung lintas partai," katanya.

