Kenaikan Upah 6,5% dan Potongan Ojol Jadi 8%, Bakom RI: Prabowo Pro Buruh
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpihak kepada buruh. Kepala Bakom, Syahganda Nainggolan menyoroti kenaikan upah rata-rata 6,5% dan kebijakan potongan aplikasi ojol sebesar 8%.
“Presiden kita itu sudah pastilah cinta buruh. Bagaimana membuktikannya? Upah, rata-rata 6,5 persen naiknya. Di era lalu rata-rata 1 persen,” ujar Syahganda saat menerima audiensi perwakilan buruh di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Syahganda, keberpihakan kepada pekerja juga terlihat dari kebijakan bagi hasil pengemudi ojek online (ojol). Dengan potongan aplikasi 8%, pengemudi disebut menerima 92% dari ongkos yang dibayar konsumen.
Sebelumnya, potongan aplikasi disebut mencapai 20% dari tarif perjalanan. Dengan skema tersebut, pengemudi menerima sekitar 80% dari ongkos perjalanan.
Baca Juga
Serikat Buruh Temui Kepala Bakom, Minta Kepastian UU Ketenagakerjaan
Syahganda menilai kebijakan potongan 8% menjadi langkah untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Ia juga membandingkannya dengan negara tetangga yang, menurutnya, menerapkan potongan hingga 40%.
“Bapak Presiden ingin membuat keadilan antara dia sebagai stakeholder, bisa dapat lebih sejahtera, makanya potongannya 8 persen. Itu kan artinya Bapak Presiden butuh buruh, dia pro kepada buruh, kepada ojol ini,” sambungnya.
Meski demikian, Syahganda mengakui kenaikan upah masih menghadapi tantangan di daerah. Ia menyoroti adanya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika upah buruh meningkat.
“Itu kan memang ada persoalan-persoalan yang memang kita harus tetap kawal. Karena reformasi struktural itu nggak bisa cuma di atas. Itu harus kita kawal,” jelasnya.
Syahganda menegaskan kebijakan ketenagakerjaan perlu terus dikawal agar manfaatnya dirasakan pekerja. Menurutnya, kenaikan upah dan perubahan skema potongan ojol menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan buruh.
