2 Tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora Pangkas 191 Aturan dan Borong Prestasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat sejumlah capaian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di bawah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, Kemenpora memangkas regulasi sekaligus mendorong prestasi atlet dan penguatan karakter pemuda.
Salah satu langkah utama Kemenpora adalah menyederhanakan 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi empat regulasi. Jumlah pasal juga dipangkas sekitar 60%, dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal.
“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, kita ingin birokrasi menjadi penggerak, bukan penghambat. Dari 191 peraturan menjadi empat, ini bukan sekadar memangkas aturan, tetapi mengubah cara pemerintah bekerja,” ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Di bidang olahraga, Indonesia menempati peringkat kedua SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Indonesia juga berada di posisi kedua ASEAN Para Games Thailand 2025 dengan 135 emas dan total 393 medali.
Prestasi berlanjut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, ketika Indonesia meraih lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan lima emas itu melampaui target empat emas yang ditetapkan sebelumnya.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika pembinaan dilakukan dengan fokus, target yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, atlet kita mampu bersaing dan menciptakan sejarah. Kita tidak ingin keberhasilan hanya datang sesekali,” kata Erick.
Baca Juga
Survei PPI: Mentan Amran, Seskab Teddy, dan Menpora Erick Thohir Jadi Pejabat Berkinerja Terbaik
Di sepak bola, Tim Nasional Indonesia juga menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada final 5 Oktober 2026. Indonesia sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah turnamen tersebut di Jakarta dan Bandung.
Selain prestasi, Kemenpora mendorong olahraga menjadi penggerak ekonomi melalui penguatan industri olahraga dan wisata olahraga. Penyederhanaan regulasi diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas antara pemerintah, federasi, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Di bidang kepemudaan, Kemenpora menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Program ini menitikberatkan tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik.
“Dua tahun ini adalah bagian dari perjalanan transformasi. Kita sudah melihat hasilnya, tetapi pekerjaan kita belum selesai,” pungkas Erick.
