Kapolri Mutasi 199 Perwira Polri, Kakorlantas dan 3 Kapolda Berganti
JAKARTA, investortrust.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri atas perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri. Dalam rotasi dan mutasi Polri kali ini, kepala Korps Lalu Lintas (kakorlantas) hingga tiga kepala kepolisian daerah (kapolda) berganti.
Dikutip dari Antara, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangan di Jakarta, Minggu (11/10/2026) mengatakan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Isir mengatakan sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya wakil kepala Badan Intelijen dan Keamanan (wakabaintelkam) Polri, kakorlantas Polri, kapolda Kepulauan Bangka Belitung, kapolda Kalimantan Utara, dan kapolda Lampung.
Baca Juga
Kapolri Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, Kabareskrim dan Kabaintelkam Berganti
Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Posisi Wakabaintelkam kini dijabat Brigjen Pol Anom Setyadji.
Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.
Pada tingkat kewilayahan, Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing.
Selanjutnya, jabatan kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) kini dijabat Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik untuk menggantikan Irjen Pol. Agus Wijayanto. Kemudian, jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas.
“Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” katanya.
Baca Juga
Ia menegaskan penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
