Profil Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Eks Kepala BNN yang Jadi Kapolri Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Suyudi Ario Seto resmi disetujui DPR RI menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Usai pengesahan di Paripurna, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini dijadwalkan langsung dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada siang harinya.
Pria kelahiran Pandeglang 53 tahun silam ini memiliki rekam jejak panjang dan spesialisasi kuat di bidang reserse. Sebelum ditunjuk menjadi pucuk pimpinan Korps Bhayangkara, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025 menggantikan Komjen Pol. Martinus Hukom.
Salah satu pencapaian moncer Suyudi saat memimpin BNN adalah keberhasilannya memimpin pengungkapan kasus peredaran narkotika jaringan internasional pada Desember 2025. Dalam operasi besar tersebut, BNN berhasil menggagalkan penyelundupan dua ton sabu bernilai Rp5 triliun yang dikendalikan oleh Dewi Astutik alias PA.
Perwira tinggi penerima Bintang Bhayangkara Nararya ini meniti karirnya dari bawah. Mengawali tugas sebagai Pama Pus Brimob pada 1995 dan Daton I KI 5119 pada 1996, sebagian besar perjalanan karirnya dihabiskan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Suyudi tercatat pernah menduduki sejumlah posisi kewilayahan strategis, di antaranya Kapolsek Pasar Minggu (2004), Kapolsek Metro Tanah Abang (2012), hingga Kapolsek Metro Penjaringan (2013).
Baca Juga
Istana Pastikan Prabowo Reshuffle Kabinet Siang Ini, Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Karirnya terus melesat saat dipercaya memimpin jajaran kepolisian di tingkat daerah, seperti Kapolres Majalengka (2014–2015), Kapolres Bogor Kabupaten (2015–2016), dan Kapolresta Bogor Kota (2016–2017).
Pada 2017, Suyudi mulai merambah struktur Bareskrim Polri dengan menjabat sebagai Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber). Ia kemudian kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) pada 2019, sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya (2023–2024) dan Kapolda Banten (2024–2025).
Tak hanya kenyang pengalaman lapangan, lulusan PTIK tahun 2003 ini juga ditopang latar belakang akademis yang solid. Pria yang menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum (S.H.), dan Magister Sains (M.Si.) ini juga dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada 31 Januari 2026.
