Boy Thohir Ingin Hubungan RI-China Tak Cuma Dagang, tapi juga Bangun Talenta Muda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir yang akrab disapa Boy Thohir mendorong hubungan Indonesia dan China tidak hanya berkembang di sektor perdagangan dan bisnis, tetapi juga diperkuat melalui kerja sama pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Boy Thohir, penguatan hubungan kedua negara perlu mencakup upaya mencetak talenta muda Indonesia yang memahami perkembangan teknologi dan kemajuan ekonomi China.
Hal tersebut antara lain diwujudkan melalui kerja sama Kadin Komite Tiongkok dengan Tianjin University dengan mengirim tiga orang putra-putri terbaik Indonesia menempuh pendidikan di China, khususnya untuk mengenyam pengetahuan di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Baca Juga
Boy Thohir dan Hendropriyono Kirim Talenta Muda RI ke China untuk Kuliah, Bawa Misi Bangun Negeri
Boy mengatakan, Kadin Komite Tiongkok pada awalnya memiliki visi menjadi jembatan antara dunia usaha Indonesia dan dunia usaha di China. Namun, seiring perkembangan hubungan kedua negara, peran tersebut perlu diperluas ke sektor pendidikan.
"Kadin Komite Tiongkok tentunya mempunyai visi bagaimana kami bisa menjadi jembatan antara dunia usaha di Indonesia dan juga dunia usaha yang berada di Tiongkok. Namun dalam perkembangannya tentunya kami juga ingin berperan lebih selain di bidang perdagangan," ujar Boy dalam sambutannya pada acara Pelepasan Penerima Beasiswa Dharma Bumiputra, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Boy berharap para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga mempelajari bagaimana China mampu berkembang pesat dalam tiga dekade terakhir. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda Indonesia untuk memahami berbagai faktor yang mendorong kemajuan suatu negara.
"Kami berharap adik-adik semua bisa mengemban ilmu sebaik-baiknya, mempelajari bagaimana negara Tiongkok itu bisa maju dalam waktu 30 tahun terakhir," tutur Boy Thohir.
Baca Juga
Boy mengungkapkan, Indonesia membutuhkan talenta unggul dari berbagai negara dan institusi pendidikan. Karena itu, ke depan diharapkan semakin banyak lulusan terbaik yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, China, maupun perguruan tinggi di Indonesia.
Dengan memperluas kerja sama dari perdagangan ke pendidikan, Boy Thohir berharap hubungan Indonesia-China dapat memberikan manfaat yang lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun SDM unggul untuk masa depan Indonesia.
"Indonesia masih membutuhkan kalian dan kalian bisa mengkontribusikan yang lebih besar daripada generasi kita," ungkap dia.
