Dompet Dhuafa Perkuat Alumni Beasiswa untuk Dukung Program Pemberdayaan Kemanusiaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dompet Dhuafa memperkuat jaringan alumni program beasiswa sebagai salah satu aset strategis untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penanganan bencana.
Penguatan jaringan tersebut menjadi salah satu tujuan digelarnya Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa. Organisasi filantropi ini menilai alumni program beasiswa telah memiliki sebaran yang luas serta kompetensi yang beragam sehingga potensial memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat.
Dompet Dhuafa melihat para alumni tidak hanya dapat berperan sebagai penerima manfaat program pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari jaringan yang mendukung pelaksanaan berbagai program organisasi.
"Para alumni itu juga nantinya akan dapat memberi masukan-masukan penting buat tenaga-tenaga Dompet Dhuafa," ujar Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini pada acara Kongres Kemandirian, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga
Gelar Kongres Kemandirian, Dompet Dhuafa Perkuat Kontribusi Pembangunan dan Jejaring Alumni Beasiswa
Menurutnya, para alumni saat ini telah tersebar di berbagai bidang yang juga berkaitan dengan lima pilar program Dompet Dhuafa. Dengan kompetensi dan kepakaran yang dimiliki, alumni diharapkan dapat memberikan perspektif baru untuk meningkatkan kualitas program yang dijalankan organisasi.
Selain memberikan masukan, jaringan alumni juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkanm, jaringan tersebut dinilai dapat membantu Dompet Dhuafa memperoleh informasi mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Investortrust CSR Awards 2026
Peran tersebut juga menjadi penting ketika Dompet Dhuafa melakukan penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Dalam kondisi tersebut, jaringan alumni dapat membantu menyediakan informasi mengenai situasi di lapangan, jaringan yang dapat didekati, serta sumber daya yang tersedia dan berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung respons kemanusiaan.
"Jaringan-jaringan yang kami miliki juga akan ikut menjadi sarana-sarana pendukung, agen-agen pendukung dari tercapainya berbagai program-program pemberdayaan yang kami lakukan, program-program peningkatan kualitas SDM yang kami lakukan, termasuk bahkan ketika kami melakukan penanganan bencana di berbagai lokasi di Indonesia, di luar negeri," bebernya.
