Pemprov Siapkan Beasiswa Khusus DKI Setara LPDP Mulai Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi tantangan kota global. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni peluncuran program beasiswa daerah setara LPDP yang dikelola langsung oleh Pemprov DKI Jakarta mulai tahun depan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya membangun angkatan kerja yang siap menghadapi masa depan seiring dengan pembangunan infrastruktur kota.
"Kota yang siap masa depan juga membutuhkan angkatan kerja yang siap masa depan," ujar Pramono dalam sambutannya pada acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (28/8).
Langkah penguatan SDM ini didukung oleh capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta yang mencatatkan angka 85,05 pada tahun 2025. Angka ini menempatkan Jakarta di posisi puncak secara nasional, mengungguli Daerah Istimewa Yogyakarta di peringkat kedua dan Kepulauan Riau di posisi ketiga.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI berkomitmen menjaga akses pendidikan yang merata melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Saat ini, program KJP Plus telah menyasar 477 siswa lulusan SMP, sementara KJMU memfasilitasi 15.825 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah untuk menempuh pendidikan tinggi.
Selain bantuan pendidikan formal, Pemprov DKI juga menggulirkan inisiatif Minds to Market untuk menjembatani riset akademis dengan tantangan perkotaan. Melalui wadah Jakarta Urban Knowledge Hub, pemerintah merangkul akademisi, peneliti, dan pelaku usaha guna menciptakan solusi inovatif.
Baca Juga
Pramono Tawarkan 37 Proyek Strategis senilai Rp 115 Triliun di JIF Summit 2026
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas birokrasi, Pemprov DKI juga telah menjalin kemitraan dengan Georgetown University untuk melatih 30 aparatur sipil negara (ASN) Jakarta dalam pembuatan kebijakan berbasis data (data-driven policy).
Sementara itu Pemprov DKI Jakarta menawarkan portofolio 37 proyek investasi strategis dengan total nilai indikatif mencapai Rp 115 triliun (sekitar 5 miliar dolar AS) dalam ajang Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026.
Pramono menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor vital perkotaan, mulai dari kawasan hunian dan perhotelan, area komersial mixed-use, Transit-Oriented Development (TOD), olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, hingga transportasi dan kawasan pesisir (waterfront).
"Melalui JIF Summit 2026, kami membuka ruang diskusi yang lebih dari sekadar investasi, melainkan menuju kemitraan, inovasi, dan kolaborasi jangka panjang," ungkap Pramono dalam sambutannya.
