Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW, Targetkan Tercapai dalam 2 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan dan meletakkan batu pertama atau groundbreaking program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW peak, Selasa (25/2026). Peluncuran itu digelar di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali yang ditandai dengan penekanan tombol sirine.
Dalam peresmian ini, Prabowo didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartato, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Baca Juga
Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW Hari Ini, Perkuat Kemandirian dan Hilirisasi Energi
"Pada sore hari ini, hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak, diawali 14 PLTS di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, peluncuran program ini merupakan momen penting untuk mewujudukan kemandirian energi Indonesia. Dengan PLTS 100 GW, Indonesia tidak perlu khawatir dengan berbagai perkembangan dunia.
"Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia," kata Prabowo.
Bahkan, Kepala Negara mengatakan, dengan PLTS 100 GW, ditambah dengan ladang gas yang dimiliki, dan produksi minyak yang terus meningkat, Indonesia tidak akan lagi impor minyak satu barel pun. Kepala Negara menargetkan, program PLTS 100 GW ini dapat tercapai dalam waktu 3 tahun bahkan dapat lebih cepat.
Baca Juga
"Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun. Berarti kalau saya kasih target 3 tahun untuk tim energi, ya enggak lah, udah 2 tahun lah ya. Ya. Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," katanya.
