Pemprov Kalteng Tangani 4.499 Hektare Lahan Terbakar, Minta Tambah Helikopter
Poin Penting
|
PALANGKA RAYA, investortrust.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) telah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 4.499,21 hektare (ha) sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib menyatakan, berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, total luas karhutla di Kalimantan Tengah mencapai 7.634,46 ha. Dengan demikian, luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 ha atau sekitar 41% dari total luas karhutla yang terdata.
"Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah," kata Ahmad dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
Selain luas lahan terbakar, BPBPK Kalimantan Tengah mencatat 19.992 titik panas atau hotspot sepanjang periode tersebut. Sebanyak 1.639 kejadian karhutla juga dilaporkan terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla Kalimantan Tengah sebesar 7.634,46 ha menempatkan provinsi tersebut pada urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalteng telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.
Baca Juga
Tindak Tegas Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Instruksikan Usut 4 Korporasi yang Terlibat
Untuk menangani karhutla, Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah melibatkan sekitar 10.700 personel. Mereka terdiri dari BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam rapat tersebut, Ahmad juga menyampaikan kebutuhan tambahan sarana pemadaman kepada Presiden Prabowo.
Saat ditanya mengenai dukungan helikopter water bombing, Ahmad mengatakan empat unit telah beroperasi. Namun, Kalimantan Tengah masih membutuhkan tambahan dua hingga tiga unit. "Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden," tutur Ahmad.
Presiden Prabowo turut menanyakan kebutuhan pompa air untuk memperkuat penanganan karhutla di darat. Ahmad menjawab, Kalimantan Tengah masih membutuhkan tambahan sekitar 100 hingga 200 unit pompa air.
Dalam rapat tersebut, Prabowo turut terhubung melalui konferensi video dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menerima laporan mengenai perkembangan dan penanganan karhutla di wilayah tersebut.

