Karhutla Ganggu Negara Tetangga, DPR Tekankan Penguatan Penanganan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali menjadi perhatian. Dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan dan masyarakat, tetapi juga mulai dirasakan negara tetangga.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty menilai, kondisi ini harus menjadi alarm serius. Menurutnya, pencegahan dan penanganan karhutla perlu diperkuat secara menyeluruh.
“Karhutla Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap sudah mengganggu masyarakat hingga negara tetangga, ini menjadi alarm bagi kita semua,” tegas Saadiah dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Saadiah mengatakan penanganan karhutla tidak boleh hanya mengandalkan pemadaman setelah api meluas. Pemerintah perlu memperkuat pencegahan, pengawasan, deteksi dini, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran.
“Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Kita harus mampu mencegah sebelum dampaknya semakin luas,” ujarnya.
Menurut politisi PKS itu, dampak karhutla juga dapat meluas ke sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian. Kabut asap bahkan berpotensi memengaruhi hubungan dan kerja sama Indonesia dengan negara lain.
Baca Juga
Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat. Sistem pengendalian karhutla juga perlu dibangun secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dalam pencegahan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang paling dirugikan ketika karhutla terjadi,” jelas Saadiah.
Ia pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. “Mari jaga hutan, lindungi masyarakat, dan hentikan karhutla sebelum dampaknya semakin luas,” pungkasnya.

