Simak! Tips Agar Aman dan Nyaman Berkendara Saat Puncak Arus Balik Lebaran
JAKARTA, investortrust.id - Puncak arus balik Leberan diprediksi berlangsung pada tanggal 13-16 April 2024. Prediksi tadi mengacu pada ketetapan pemerintah mengenai batas libur Lebaran.
Seperti diketahui, karakteristik arus balik Lebaran berbeda dengan arus mudik. Jika gerakan arus mudik sentrifugal alias menyebar, arus balik kebalikannya yang sentripetal atau mengerucut ke salah satu titik, yaitu Ibu Kota dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi pengelolaan arus balik yang cenderung lebih sulit dibandingkan arus mudik, ada sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai dari one way, contra flow dan ganjil genap diberlakukan.
Baca Juga
BMKG: Waspada Dampak Hujan di Wilayah Jakarta Sepanjang Sabtu
Antisipasi tersebut seperti yang tertera dalam Surat Keputusan Bersama Dirjen Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Dirjen Bina Marga pada, 5 Maret 2024 lalu.
Meski pemerintah telah mengantisipasi arus balik Lebaran, masyarakat tetap diimbau berhati-hati saat berkendara untuk kembali ke kota asal. Terutama, bagi Anda pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Mencermati kondisi tersebut, Roojai, penyedia asuransi online, mengungkapkan cara mengantisipasi arus balik Lebaran agar senantiasa aman dan nyaman.
Tidak Membawa Muatan Lebih
Baca Juga
AS: Rusia Susun Pasukan Lebih Cepat dan Bertambah 15% di Garis Depan
Hal paling utama yang harus dilakukan saat arus balik adalah memastikan kendaraan tidak membawa muatan lebih. Jika kapasitas mobil berisi 7 orang, maka jangan mengisinya lebih dari itu.
Kalau kelebihan beban, apalagi dibikin cepat, pasti akan membuat mobil jadi oleng. Kondisi tersebut justru membahayakan dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Cek Kondisi Mobil Prima
Sama halnya saat hendak melakukan perjalanan mudik, hal lainnya yang harus dilakukan saat hendak menjalani arus balik adalah memastikan kondisi mobil prima.
Yaitu dengan mengecek komponen-komponen seperti mesin, oli, rem, sistem kelistrikan, ban, kaki-kaki mobil, air radiator mobil. Selain itu, pastikan pula Anda membawa peralatan untuk berjaga-jaga seperti obeng, tang, dan dongkrak.
Pastikan Tubuh Sehat dan Segar
Sebelum melakukan perjalanan arus balik, pastikan Anda selaku pengemudi telah cukup beristirahat. Dengan begitu, kondisi tubuh sudah sehat dan segar untuk membawa kendaraan kembali ke kota asal.
Jika merasa lelah, Anda dapat meminggirkan mobil ke rest area dan beristirahat terlebih dahulu. Setelah benar-benar merasa segar, baru Anda bisa kembali berkendara.
Jalani Arus Balik dengan Aman dan Nyaman
Hal lain yang tak kalah penting dilakukan sebelum menjalani arus balik adalah memastikan keselamatan dan keamanan selama perjalanan. Yaitu dengan memastikan kendaraan diproteksi asuransi mobil.
“Pasalnya, asuransi mobil bisa menanggung biaya perbaikan dari berbagai risiko di jalan. Proteksi ini dapat menjaga berbagai kondisi, mulai dari kerusakan hingga kehilangan,” ulas Tim Roojai.

