Kemenlu: 'Passing Exercise' TNI AL-China Bagian Diplomasi Maritim
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang mengatakan kegiatan latihan bersama yang dilakukan TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Bersenjata China bukan latihan tempur.
“Passing exercise bukanlah latihan tempur,” kata Yvonne, saat taklimat media di kantornya, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga
TNI AL Berharap Dapat Menampilkan Kapal Induk Pada HUT TNI Tahun Ini. Apa Untung Ruginya?
Yvonne menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan oleh kru TNI AL di Kapal Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332. Latihan bersama dengan AL China tersebut merupakan praktik lazim yang dilakukan angkatan laut berbagai negara.
“Ini adalah latihan bersama secara terbatas atau passing exercise dengan angkatan laut sejumlah negara yang melintasi,” kata dia.
Yvonne menjelaskan, interaksi semacam ini adalah bagian dari diplomasi maritim karena laut bukan hanya ruang yang menghubungkan negara-negara tapi juga ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya.
“Passing exercise ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara-negara mitra,” ucap dia.
Berdasarkan informasi dari Dinas Penerangan Markas Besar TNI AL, KRI GNR-332 menjalankan passing exercise dengan sejumlah negara yang dilewati sekembalinya dari latihan Orruda 2026 di Vladivostok, Rusia.
Baca Juga
TNI AL Jawab Rencana Latihan Bareng China, Sebut Hanya Jalani Tradisi Angkatan Laut
Rencananya, selain latihan bersama dengan Rusia dan China, TNI AL juga akan menggelar latihan bersama dengan Jepang dan armada ke-7 AL Amerika Serikat (AS). Menurut Yvonne ini merupakan bentuk interaksi antara AL berbagai negara.
“Jadi, kita tidak melihat ini balancing (kekuatan) siapa dengan siapa tapi melihat bagaimana kita saling membuka komunikasi dan membangun kepercayaan dan kerja sama,” ujar dia.

