Kemenlu Rancang Strategi Diplomasi untuk Tarik Investasi Global
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan strategi diplomasi ekonomi yang lebih terarah untuk mengerek investasi asing ke Indonesia demi target pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun ke depan. Pendekatan berbasis kawasan menjadi salah satu fokus utama yang kini digenjot pemerintah.
Sekjen Kemenlu, Denny Abdi mengatakan setiap kawasan memiliki potensi berbeda yang bisa dimaksimalkan Indonesia. Oleh karena itu, strategi promosi investasi akan disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing negara mitra.
“Di setiap region itu ada peluang-peluangnya. Misalnya Asia Timur punya kekuatan industri elektronik, jadi kita ajak mereka invest di sektor itu. Kalau Amerika Latin dan Afrika, potensinya bisa di pertambangan atau produk agrikultur seperti sapi dari Brasil,” ujarnya saat ditemui di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, peran 132 perwakilan Indonesia di luar negeri menjadi kunci dalam memetakan potensi kerja sama dan menghubungkan pelaku usaha domestik dengan mitra asing. Langkah ini tidak hanya mendorong masuknya modal, tetapi juga teknologi mutakhir yang dibutuhkan industri dalam negeri.
Mantan Dubes Vietnam itu juga menekankan bahwa persaingan untuk menarik investor global akan semakin ketat. Karena itu, Indonesia harus mampu menawarkan keunggulan dan kepastian bagi mitra asing.
“Yang mengajak investasi itu bukan hanya kita. Negara pesaing juga ada. Jadi, mau ada kesulitan atau kemudahan, kompetisi jalan terus,” tegasnya.
Baca Juga
Kemenlu Fokus Tarik Investasi Asing dan Transfer Teknologi, Ini Alasannya!
Teranyar, langkah itu tercermin dari hasil forum Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC) 2025 yang digelar di Sao Paulo, Brasil pekan lalu. Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil membukukan total nilai transaksi sebesar US$ 581 juta (sekitar Rp 9,67 triliun), yang terdiri atas US$ 297 juta transaksi konkret dan US$ 284 juta potensi kesepakatan.
Dikutip dari laman resmi Kemenlu, investasi tersebut mencakup sektor otomotif, pertambangan, industri strategis, pengelolaan sampah, dan pariwisata. Capaian ini menunjukkan besarnya minat investor terhadap kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
Baca Juga
Kesepakatan Tarif AS-RI Beri Peluang Investasi Asing dan Peningkatan Kredit pada 2026

