Telan Investasi Rp 25,3 Triliun, Progres MRT Bundaran HI-Kota Capai 63%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lintas Utara-Selatan yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota telah mencapai hampir 63% per 25 Juli 2026. Proyek ini menelan biaya investasi sebesar Rp 25,3 triliun.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo menyatakan, pembangunan Fase 2A terus menunjukkan kemajuan pada setiap paket kontrak konstruksi.
"Per 25 Juli 2026, pembangunannya telah mencapai 62,68% dari target 61,92%," kata Rendy dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Perseroda menargetkan, segmen Bundaran HI-Monas rampung pada akhir 2027, sedangkan segmen Monas hingga Kota ditargetkan selesai pada akhir 2029.
Dikatakan Rendy, MRT Jakarta Fase 2A dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Jalur ini akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 km dan terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah.
Tujuh stasiun tersebut yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. "Fase 2A dibagi menjadi dua segmen, yakni Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027 dan Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada 2029," kata Rendy menambahkan.
Rendy juga menjelaskan, paket kontrak CP201 (Thamrin-Monas) telah mencapai 93,90% dari target 93,89%. Di Stasiun Thamrin, pekerjaan yang berlangsung meliputi reinstatement area pejalan kaki, pembangunan kembali halte BRT Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan atap dan finishing entre 5, 7, dan 8.
Di Stasiun Monas, konstruksi mencakup penyelesaian pekerjaan interior dan akses entre 2, reinstatement boks stasiun sisi utara, serta uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test.
Sementara itu, kata Rendy, paket CP202 yang mencakup pembangunan terowongan dan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, serta Mangga Besar telah mencapai 68%. Per Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar sehingga terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota telah terhubungkan.
Adapun paket CP203 (Glodok-Kota) telah mencapai 86,85%. Pekerjaan di kedua stasiun meliputi instalasi pipa, kabel, plastering, pengecatan, pemasangan panel ACP dinding, serta pekerjaan arsitektural lainnya.
Untuk paket CP205 (sistem perkeretaapian dan rel listrik), progres konstruksi mencapai 52,45% dari target 44,96%. Pengecoran rel di terowongan arah utara dan selatan segmen Bundaran HI-Thamrin telah selesai, termasuk area peron Stasiun Thamrin. Pengecoran kemudian diteruskan menuju Stasiun Monas.
"Hingga saat ini, pengecoran second track bed telah mencapai 3.465 track meter," terang Rendy.
Sementara itu, paket CP206 yang mencakup rolling stock atau rangkaian kereta dan sarana pendukungnya telah memasuki tahap technical design. Paket CP207 untuk sistem automatic fare collection tengah dalam tahap persiapan commencement dengan Hitachi Sumitomo Consortium sebagai pelaksana proyek.

