Prabowo ke Mentan Amran: Jangan Masuk Rumah Sakit Dulu, Negara Masih Butuh Kau
Poin Penting
|
MALANG, Investortrust.id -- Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam waktu dua tahun. Target baru tersebut dinilai lebih cepat dari proyeksi awal yang memakan waktu empat tahun, sekaligus menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Pengumuman target strategis itu disampaikan oleh Presiden saat menghadiri acara Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (19/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun.
Namun, setelah melakukan diskusi lebih lanjut, Mentan Amran menyatakan dengan optimistis bahwa target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun saja. Mendengar komitmen yang kuat itu, Presiden menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Mentan Amran di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara.
“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo dikutip laman Kementerian Pertanian, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga
Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu, Kedelai, dan Padi Garapan TNI
Kepala Negara kemudian menyampaikan pesan khusus bernada kelakar kepada Mentan Amran yang langsung disambut riuh tepuk tangan para peserta yang hadir di lokasi. “Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” kata Presiden menambahkan.
Presiden menegaskan bahwa percepatan swasembada gula ini merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa secara menyeluruh. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak aktif menuju swasembada energi serta memperkuat ketahanan air nasional.
“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus konsisten bekerja mengawal berbagai program strategis nasional.
“Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras,” kata Presiden.
Menurutnya, dedikasi tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri tanpa bergantung pada negara lain. “Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,” tegasnya.
Menanggapi arahan langsung dari Presiden, Mentan Amran menyatakan kesiapan penuh untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional. Langkah konkret ini akan ditempuh melalui modernisasi budidaya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan strategis dengan petani dan industri gula. Menurutnya, percepatan tersebut menjadi langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Tanah Air.
“Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” kata Mentan Amran. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus mengawal ketat percepatan program ini sebagai bagian dari upaya besar memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan nilai tambah bagi para petani tebu di seluruh Indonesia.
