KPU Tambah Waktu Segmen Terakhir di Debat Kelima Pilpres 2024, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menambah waktu segmen terakhir pada Debat Kelima Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meski begitu, penambahan waktu ini tidak akan mengubah durasi total waktu debat 120 menit.
“Pada saat rapat evaluasi yang terakhir, rapat koordinasi, ada usulan dari tim paslon untuk khusus di debat kelima ini, pada segmen terakhir atau penutup itu akan ditambahkan alokasi waktu untuk masing-masing paslon. Biasanya di segmen keenam itu 2 menit, nanti menjadi 4 menit,” kata Komisioner KPU, August Mellaz di Jakarta, Jumat (02/02/2024).
Baca Juga
Indef: Para Capres Harus Paparkan Strategi Jitu dalam Debat Ke-5
August Mellaz menerangkan, penambahan waktu ini bukanlah hal yang baru. Pasalnya, pada pelaksanaan debat Pemilu 2019 juga ada penambahan waktu.
“Kenapa penambahan waktu dilakukan di debat kelima? Karena ini sesuatu yang sangat spesial. Ini sebenarnya karena kebutuhan dari masing-masing tim paslon,” jelas dia.
Debat Pilpres kelima akan digelar pada Minggu (04/02/2024) di Jakarta Convention Center (JCC) mulai pukl 19.00 WIB. Adapun yang menjadi tema debat kelima adalah tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi dan informasi, dan kesejahteraan sosial dan inklusi.
Baca Juga
Daftar 12 Panelis Debat Kelima Pilpres 2024: Imam Prasodjo hingga Timboel Siregar
Berikut daftar 12 panelis debat kelima Pilpres 2024:
1. Aminuddin Syam (guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin).
2. Asep Saepudin Jahar (rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2023-2027).
3. Bahruddin (inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah dan anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah).
4. Damar Juniarto (akademisi di UPN Veteran Jakarta dan pendiri Pikat Demokrasi dan penasihat Southeast Asia Freedom of Expression Network/SAFEnet).
5. PM Laksono Ph.D. (Guru Besar Antropolog, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada).
6. Imam Prasodjo (Sosiolog Universitas Indonesia).
7. Onno Widodo Purbo (ahli Teknologi informasi dan wakil rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan).
8. Reni Kusumowardhani (psikolog Himpunan Psikologi Indonesia).
9. Timboel Siregar (sekretaris jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia).
10. Tolhas Damanik (penasihat hak disabilitas pada General Election Network for Disability Access).
11. Tukiman Tarunasayoga (dosen pascasarjana program penyuluhan pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta).
12. Vina Adriany (guru besar PAUD dan gender, Universitas Pendidikan Indonesia).

