Uji Coba AI untuk Bansos Sasar 50 Juta Warga, Kemenkomdigi Klaim Jadi Program Terbesar di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah menguji pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam program bantuan sosial (bansos). Inisiatif tersebut berpotensi menjadi salah satu program inklusi keuangan digital terbesar di dunia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid mengatakan, uji coba atau test case program tersebut telah dilakukan di Banyuwangi. Pemerintah kini terus melakukan penyempurnaan sebelum diterapkan secara lebih luas.
Menurut Meutya, digitalisasi bansos berbasis AI akan menjangkau sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 50 juta penduduk Indonesia.
“Ketika ini berjalan, saya kira ini akan menjadi yang pertama atau mungkin yang terbesar di dunia dalam hal inklusi keuangan digital,” kata Meutya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga
Menkomdigi: Pemanfaatan AI untuk Bansos Tepat Sasaran dan Perkuat UMKM
Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dan AI menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat transformasi digital bagi masyarakat. Pemerintah ingin memastikan teknologi tidak hanya dinikmati sektor perkotaan dan industri besar.
Program ini juga menjadi bagian dari agenda pemerataan manfaat teknologi baru. Pemerintah mendorong agar AI, Internet of Things (IoT), dan platform digital dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai kelompok masyarakat.
Meutya menegaskan transformasi digital harus menghasilkan dampak nyata di lapangan. Ia mengingatkan bahwa tolak ukurnya bukan sekadar besarnya nilai ekonomi digital, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Tujuan akhirnya bukan angka-angka di atas kertas, tapi apa yang dirasakan oleh para petani, nelayan, pelajar, dan anak-anak muda kita,” ujar Politisi Partai Golkar tersebut.
Kemenkomdigi pun optimistis penerapan AI pada sistem bansos dapat meningkatkan efektivitas program pemerintah. Selain mempercepat layanan, teknologi tersebut diharapkan mendukung akurasi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.

