Bantah Punya Dapur MBG, KSP Dudung: Silakan Cek, Saya Beri Hadiah
JAKARTA, investortrust.id - - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman membantah rumor yang menyebutnya memiliki satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG).
Dudung bahkan menantang yang menyebarkan rumor untuk membuktikan klaimnya dan menawarkan hadiah jika ada yang menemukan dirinya memiliki dapur MBG.
"Saya informasikan dan tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti," kata Dudung dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
Luhut: Jangan Bertengkar Lagi soal MBG, Perbaiki Pengelolaannya
Dudung menjelaskan hanya pernah menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pesantren, yaitu Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, sekitar 6-7 bulan yang lalu. Kepada Dudung, para pengasuh pesantren itu berharap para santri juga dapat menerima program MBG.
Hal ini karena populasi santri di lingkungan pesantren yang diasuh keduanya mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 santri. Untuk itu, para pengasuh pesantren meyakini dapur MBG layak dibangun di lingkungan pesantren.
Selepas menerima aspirasi tersebut, Dudung mengenalkan para pengasuh pesantren tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana. Dudung tidak pernah lagi ikut campur mengenai kelanjutan setelah pertemuan untuk komunikasi awal para pengasuh pesantren dengan Dadan tersebut.
Meski demikian, Dudung menyampaikan, sempat bertanya kepada Dadan mengenai kelanjutan proses tersebut beberapa pekan lalu. Namun, saat itu jawabannya pengurusan administrasinya belum selesai sehingga belum ada pembangunan fisik dapur MBG di lingkungan pesantren tersebut.
"Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi, saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun, dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya," ujar Dudung.
Baca Juga
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mencopot jabatan Dadan Hindayana sebagai kepala BGN serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya sebagai wakil kepala BGN pada Selasa (2/6/2026) lalu. Prabowo kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala BGN serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN.
Sehari kemudian atau Rabu (3/6/2026), Kejaksaan Agung menetapkan Dadan, Sony, dan Lodewyk sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program MBG. Ketiganya diduga mengendalikan dapur MBG untuk meraup insentif dari pemerintah serta melakukan korupsi terkait sejumlah pengadaan di BGN.

