Di Munas Hipmi, Prabowo: Gunakan Kekayaan untuk Bantu Orang Belum Mampu
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pengusaha, terutama pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk menjadi pengusaha yang patriotik dan cinta tanah air. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat pembukaan Munas Hipmi di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Prabowo menyatakan tidak ada kemajuan bagi suatu bangsa tanpa nasionalisme. Untuk itu, Kepala Negara mengajak para pengusaha menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk membantu sesama. Prabowo meyakini dengan cara itu Indonesia dapat bangkit sebagai suatu bangsa.
Baca Juga
Prabowo Sebut Indonesia Disukai Banyak Negara: Kalau Trump Undang, Berani Saya Enggak Datang?
"Pengusaha haruslah jadi pengusaha yang patriotik. Saudara memupuk kekayaan, saya kira semua ajaran apakah agama, apakah filosofi, semua ajaran, kekayaan yang kau dapatkan dengan baik gunakanlah untuk tujuan yang baik. Gunakanlah untuk membantu orang yang belum mampu, baru Indonesia akan bangkit," kata Prabowo.
Sebaliknya, Prabowo menyatakan, Indonesia tidak akan bangkita jika para pengusaha membawa lari kekayaannya ke luar negeri tanpa memedulikan rakyat sendiri.
"Bangsa kita baik, karena nilai-nilai bangsa kita, di antara nilai-nilai bangsa kita yang harus kita jaga adalah nilai-nilai yang turun temurun dari nenek moyang kita antara lain gotong royong. Saling membantu, yang kuat angkat yang lemah," tegasnya.
Presiden menekankan, pengusaha menjadi kunci kebangkitan Indonesia. Hal ini mengingat para pengusaha yang menciptakan lapangan kerja.
"Karena itu pemerintah harus membuat keadaan yang baik untuk para pengusaha," katanya.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Alasan Ngotot Jadi Presiden: Indonesia Salah Arah Sejak 1990-an
Kondisi yang baik bagi para pengusaha di antaranya, kepastian dan penegakan hukum. Tanpa penegakan hukum yang konsisten, akan terjadi hukum rimba dan hukum liar atau hukum yang hanya berdasarkan kekuatan.
"Ada yang mengatakan Prabowo tidak suka dan nanti akan mengusir investor-investor asing. Ternyata tidak seperti itu. Saya bertemu banyak investor-investor yang akan masuk tetapi kita mengerti, bahwa di antara kita ada yang selalu tidak suka dengan berlakunya hukum. Mereka suka keadaan yang liar," katanya.

