Pesan Menko Polkam ke Taruna Akmil: Dekati Rakyat serta Teladani Prabowo dan SBY
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menitipkan pesan kepara para taruna dan taruni Akademi Militer (Akmil) untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Menko Polkam juga menitipkan pesar agar para taruna dan taruni Akmil meneledani tokoh bangsa yang merupakan alumni Akmil, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu disampaikan Menko Djamari saat mengunjungi Akmil di Magelang, Jumat (5/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam memberikan pembekalan dan motivasi kepada para taruna dan taruni sebagai calon pemimpin TNI di masa depan.
Dalam arahannya, Menko Polkam mengingatkan para taruna untuk selalu menjaga kekompakan, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta meneladani prestasi para pendahulu.
Baca Juga
Momen Prabowo, Jokowi dan SBY Kompak Nyanyi dengan Seragam Loreng di Akmil
Beberapa tokoh bangsa yang merupakan alumni Akmil yang bisa dijadikan teladan, antara lain yakni SBY dan Prabowo. Djamari Chaniago menyebut kedua sosok tersebut memiliki kesamaan esensial, yakni tidak pernah berhenti mempelajari hal baru, terutama melalui kecintaan mereka terhadap membaca.
"Perlu diingat oleh kalian, tiga orang Presiden RI berasal dari tentara, dan dua di antaranya lahir dari tempat ini (Akmil): Presiden SBY dan Presiden Prabowo. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu sangat senang membaca," kata Djamari Chaniago dalam keterangan pers yang diterima Minggu (7/6/2026).
Menko Polkam kemudian berbagi kisah inspiratif saat dirinya berada dalam satu medan operasi bersama SBY muda. Di tengah situasi operasi yang dinamis, SBY ternyata tetap membawa buku di dalam ranselnya.
"Bahkan di tengah operasi tersebut, beliau sering mendapatkan pasokan buku dari garis belakang yang dikirimkan oleh sang istri," kenang Djamari.
Begitu pula dengan Presiden Prabowo Subianto. Djamari menyebut, Prabowo memiliki kecintaan dan komitmen yang luar biasa terhadap literasi dan pengetahuan.
"Di kediaman Presiden ada perpustakaan besar yang kira-kira mencapai satu setengah lantai. Sekitar 80% buku di sana membahas berbagai macam pertempuran di seluruh dunia, sekitar 15% tentang ekonomi, dan sisanya mencakup ilmu-ilmu yang lain," tuturnya.
Menko Polkam menegaskan kegemaran untuk terus belajar erat kaitannya dengan peningkatan kualitas seorang perwira. Seiring dengan bertambahnya pangkat di pundak, kualitas diri dan wawasan juga harus terus ditingkatkan.
"Tanda pangkat itu adalah tanda kualitas. Jadi, ketika kamu berpangkat kapten, kualitasmu sebagai prajurit harus lebih tinggi dari seorang letnan. Saya pesan betul kepada kalian, bertugaslah dengan baik dan selalu menjadi contoh keteladanan," tegas Menko Polkam.
Selain kualitas individu, Menko Polkam berpesan agar para taruna terus menjaga soliditas sesama. Terutama setelah dilantik menjadi perwira nanti.
"Saat kalian masuk menjadi taruna, mungkin kalian berbeda-beda. Namun setelah ada di sini, kalian adalah satu kesatuan. Ingat, TNI kuat karena kekompakan dan kebersamaan," kata Menko Djamari.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergisitas dengan institusi lain, terutama Polri. Ditegaskan, TNI dan Polri merupakan pilar utama bangsa.
"Berdiri tegaknya negara ini tidak lepas dari topangan TNI dan Polri. Saat tulang punggung ini tidak lagi kokoh menopang, maka saat itulah negara kita berada dalam kesulitan. Sadari hal itu oleh kalian," jelasnya.
Di hadapan para taruna, Menko Polkam juga menyelipkan sebuah kelakar militer. Ia menyebut seorang perwira harus gagah perkasa di medan pertempuran, harus bijak dan disiplin di medan latihan, harus tekun dan ulet di meja belajar, serta harus pandai menyanyi sebagai sarana komunikasi dengan bawahan dan masyarakat.
"Agak janggal ya, mengapa harus pandai menyanyi? Namun intinya, dengan bisa menyanyi, kalian bisa dekat dengan prajuritmu. Dengan bisa menyanyi, kalian bisa dekat dan berkomunikasi bersama dengan rakyat. Artinya, pendekatan kepada masyarakat sangat menentukan peran kita sebagai tulang punggung bangsa," paparnya.
Menko Djamari menekankan seorang perwira TNI harus memiliki ikatan emosional yang kuat dengan prajurit yang dipimpinnya dan selalu memperjuangkan kesejahteraannya.
"Jaga kedekatan dengan prajuritmu, anggotamu. Di saat kita dalam operasi dan berhadapan dengan pertempuran, di saat kamu terluka, bahkan di saat kamu gugur di situ, ingat, yang mengangkat mayatmu, yang pertama kali membalut lukamu, adalah anggotamu," kata Djamari.
Baca Juga
Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Kesiapan Prajurit Garuda Jalankan Misi Perdamaian PBB
Sementara itu, Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, meyakini kehadiran dan pembekalan dari Menko Djamari bermanfaat besar bagi para taruna maupun seluruh civitas akademika Akmil. Pengalaman, pandangan, serta nasihat yang dibagikan dinilai menjadi pedoman berharga bagi lembaga.
"Terima kasih kepada Bapak Menko Polkam yang di sela-sela kesibukannya masih menyempatkan diri untuk mengunjungi Akmil. Tentu ini menjadi sarana yang luar biasa untuk menambah wawasan bagi para taruna maupun civitas akademika di sini," tutur Rano Tilaar.

