Istana Telpon Dirut PLN, Minta Pasang Listrik di Pengungsian Kebakaran Kemayoran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dasar bagi ratusan korban kebakaran di kawasan Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro langsung menghubungi Direktur Utama PT PLN (Persero) agar area pengungsian segera mendapatkan pasokan listrik utama.
Langkah ini diambil setelah Wamensesneg menerima laporan bahwa posko penampungan warga terdampak saat ini masih mengandalkan perangkat generator set (genset) mandiri untuk pencahayaan.
"Tadi ada informasi dari Pak Camat bahwa di sini masih memakai genset untuk penerangannya dan diperlukan sambungan listrik dari PLN. Jadi tadi saya mencoba komunikasi dengan Pak Dirut (Direktur Utama PLN)," ujar Juri di lokasi pengungsian, Selasa (2/6/2026).
Menurut Juri, pihak PLN merespons positif instruksi tersebut dan berkomitmen untuk segera melakukan instalasi jaringan di area darurat.
Baca Juga
Kebakaran Landa Pemukiman Padat di Kemayoran, 33 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
"Pak Dirut tadi bilang akan langsung ditindaklanjuti untuk bisa menyambungkan saluran listrik PLN ke area pengungsian, area permukiman sementara dari warga yang kena kebakaran," lanjutnya.
Koordinasi Pengungsian dengan Pemda
Terkait target durasi penempatan warga di posko darurat, Juri menjelaskan pemerintah pusat sepenuhnya menyerahkan teknis pengaturan dan manajemen lapangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kelayakan hidup para pengungsi selama masa transisi sebelum mereka bisa membangun kembali huniannya.
"Kami koordinasi dan serahkan kepada Pemda untuk mengelola, mengatur ini sebaiknya seperti apa. Berapa lama akan tinggal di sini dan berapa lama mereka bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Jadi, nanti teman-teman dari Pemda yang akan mengaturnya," jelas Juri.
Di akhir peninjauannya, Juri kembali menegaskan komitmen penuh Kepala Negara dalam mengawal penanganan pascabencana ini agar beban psikologis dan materiil warga dapat segera teringankan.
"Pesan Pak Presiden, nampak kami diutus ke sini menyampaikan keprihatinan atas musibah ini dan menyampaikan salam untuk warga di sini, serta sedikit oleh-oleh (bantuan) dari pemerintah untuk warga yang terkena musibah," pungkasnya.

