Jembatan Gantung Wouma di Sungai Uwe Jayawijaya Putus, 24 Orang Meninggal
JAKARTA, investortrust.id - Polres Jayawijaya, Papua Pegunungan mencatat sebanyak 24 korban meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Uwe Wamena telah dievakuasi. Sebanyak 24 korban yang berhasil dievakuasi tim gabungan dari Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya dan Pos Basarnas Wamena itu adalah korban saat jembatan gantung Wouma putus pada Rabu (6/5/2026) malam.
Dikutip dari Antara, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan upaya pencarian telah dilakukan bersama tim gabungan dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Pos Basarnas Wamena hingga saat ini.
Baca Juga
Kementerian PU Pasang Jembatan Bailey 90 Meter demi Percepat Sekolah Rakyat di Brebes
“Hasil pencarian kami bersama tim gabungan sejak putusnya jembatan gantung Wouma hari pertama hingga saat ini kurang lebih telah menemukan 24 korban hingga hari ini (Minggu),” kata AKBP Anak Agung Made Satriya, Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, fokus tim gabungan untuk melakukan pencarian korban-korban putusnya jembatan gantung Wouma sejak 7 Mei 2026 sore hingga saat ini guna meredam gejolak yang ada.
“Jujur sampai dengan detik ini kami belum mendapatkan data akurat berapa korban yang jatuh akibat putusnya jembatan gantung Wouma. Informasi jatuh korban dari jembatan gantung Wouma ada yang bilang 7, 20, 33 dan 38 semuanya masih simpang siur,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahkan ada informasi dari masyarakat mengatakan oknum korban atas nama si fulan sudah meninggal, ternyata setelah dicek kembali korban tersebut masih hidup.
Baca Juga
Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Permudah Akses Pendidikan di Riau
“Namun begitu kami terus melakukan upaya pencarian supaya dapat menurunkan tensi (emosi) dari keluarga korban. Pencarian itu kami lakukan hingga delapan hari lamanya sebelum terjadinya perang antarsuku di Wamena,” katanya.
Dia menambahkan tiga titik yang menjadi fokus pencarian yakni dari jembatan gantung putus hingga ke Jembatan Wouma area muara atau belakang Bandara Wamena dan Yikuba.
“Total jenazah atau korban yang telah ditemukan hingga hari ini sebanyak 24 orang. Dan upaya pencarian terus kami lakukan bersama tim gabungan baik dari kodim dan basarnas,” ujarnya.

