Mendes Yandri Ajak BPD Kolaborasi Sukseskan Asta Cita Prabowo dan Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Dies Natalis BPD ke-27 pada Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri kembali mengajak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Indonesia berkolaborasi untuk menyuskseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasam Kemiskinan.
"BPD miliki peranan yang sangat penting untuk mengawal proses pembangunan desa," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Mendes Yandri berharap Perdatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABPDSI) untuk terus berkibar untuk membangun Indonesia dengan mengawal peran strategis. Ia berharap agar PABPDSI berkolaborasi dengan lintas sektor untuk menggenjot pembangunan di desa, mengingat jumlah desa 75.266 membutuhkan keterlibatan sejumlah pihak.
Baca Juga
Tingkatkan Tata Kelola Desa, Mendes Yandri Ingin Kades Lebih Melek Hukum
Lebih lanjut, Mendes Yandri mencontohkan agar PABPDSI menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya untuk memerangi bahaya narkoba yang mulai masuk ke wilayah desa. Mendes Yandri mengingatkan, BPD dan seluruh stakeholder untuk berkolaborasi menyukseskan program prioritas pemerintah saat ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Apalagi program prioritas itu ujungnya untuk kesejahteraan warga desa," kata Mendes Yandri.
Ditempat yang sama, Sestama BNN Tantan Sulistyana mengajak BPD untuk menyukseskan program Desa Bersinar. Program ini sangat penting untuk memerangi bahaya narkotika yang telah memasuki wilayah desa.
Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Nurjaeni mengungkapkan lima prioritas peran BPD menyukseskan MBG. Pertama, mengawasi SPPG dalam pelaksanaan program MBG untuk memastikan layanan berjalan baik, higienis, aman pangan, tepat sasaran, dan akuntabel.
Baca Juga
Kedua, mengawal rantai pasok MBG berbasis pangan lokal desa dengan menggerakkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi desa merah putih agar MBG menjadi penggerak ekonomi desa.
Ketiga, mengelola limbah dan sisa pangan SPPG secara berkelanjutan denganendorong pengolahan sampah organik, pemanfaatan sisa pangan, bank sampah, kompos, dan ekonomi sirkular desa agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Keempat, mengembangkan ekosistem energi pendukung SPPG yaitu energi terbarukan seperti biogas, panel surya, dan energi ramah lingkungan untuk operasional SPPG yang efisien dan berkelanjutan.
Kelima, mengedukasi masyarakat desa tentang pentingnya makan bergizi untuk membangun SDM desa yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir, pejabat Kejaksaan Agung, pejabat Kementerian Dalam Negeri, Ketua Umum PABPDSI Fery Radiansyah, Perwakilan ABPEDNAS dan anggota BPD yang tergabung PABPDSI. Turut dampingi Mendes Yandri, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Irjen Masyhudi, dan Staf Ahli Sugito.

