KKB Tembaki Kapal Pengangkut Logistik di Yahukimo, TNI Berencana Bangun Pos Pengamanan di Kali Braza
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Pangdam XVIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia mengonfirmasi terjadinya aksi penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap kapal pengangkut logistik di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Insiden penembakan tersebut menyasar iring-iringan kapal yang tengah membawa bantuan bahan pokok berupa beras menuju Dekai. Aksi gangguan keamanan ini memicu kekhawatiran karena menargetkan sarana transportasi yang sangat vital bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Peristiwa mencekam ini dilaporkan terjadi pada Senin (4/5/2026) saat kapal-kapal tersebut tengah melintasi jalur sungai yang menjadi urat nadi distribusi logistik. Mayjen TNI Frits Pelamonia menjelaskan bahwa terdapat tiga kapal yang sedang melintas, di mana dua di antaranya merupakan kapal pengangkut beras yang bertolak dari Merauke. "Memang benar ada laporan kapal pengangkut logistik (beras) tujuan Dekai ditembak KKB saat melintasi sungai," kata Mayjen TNI Frits Pelamonia saat dihubungi dari Jayapura, Kamis (7/5/2026) seperti dikutip dari Antara.
Akibat rentetan tembakan tersebut, satu kapal yang berada di posisi paling belakang terpaksa menghentikan perjalanan dan melakukan manuver balik kanan demi keselamatan awak serta muatannya.
Kapal tersebut saat ini dilaporkan telah berlabuh dengan aman di wilayah Suator. "Salah satu dari dua kapal pengangkut logistik itu yakni yang berada di bagian belakang ditembaki sehingga balik kanan dan berlabuh di Soator," ujar Mayjen TNI Pelamonia menambahkan. Sementara itu, dua kapal lainnya tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju dermaga tujuan di Dekai.
Baca Juga
Satgas ODC Tangkap Anggota KKB Pelaku Penembakan terhadap Tito Karnavian
Pangdam XVIV sangat menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh KKB Kodap XVI Yahukimo tersebut karena secara langsung menghambat pendistribusian pangan untuk rakyat.
Berdasarkan evaluasi di lapangan, jarak antara tempat kejadian perkara (TKP) dengan pos TNI terdekat yang berada di Soator, Kabupaten Asmat, mencapai sekitar 101 kilometer. Kendala geografis dan jarak yang cukup jauh ini menjadi tantangan tersendiri dalam merespons insiden gangguan keamanan di sepanjang jalur sungai tersebut secara cepat.
Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, pihak TNI berencana untuk memperkuat pengamanan di sepanjang jalur distribusi logistik tersebut. Pangdam XVIV/Mandala Trikora mengungkapkan rencana strategis untuk mendirikan pos TNI baru di sekitar wilayah Kali Braza. "Ke depan akan mendirikan pos TNI di sekitar Kali Braza," tutur Pangdam seraya menekankan pentingnya kehadiran aparat untuk menjamin kelancaran arus logistik ke wilayah pegunungan.
Langkah pembangunan pos keamanan ini akan diawali dengan melakukan pendekatan persuasif serta koordinasi dengan masyarakat setempat di Kali Braza. Upaya tersebut bertujuan agar kehadiran pos TNI mendapatkan dukungan penuh dari warga sekaligus mempermudah penanganan jika terjadi insiden keamanan di kemudian hari. Dengan adanya pengamanan yang lebih dekat di titik rawan, diharapkan stabilitas pasokan logistik untuk masyarakat Dekai tidak lagi terganggu oleh aksi-aksi kekerasan bersenjata.

