Bagikan

Bea Cukai Respons Nama Djaka Budhi Utama Terseret Kasus Suap Blueray Cargo

JAKARTA, investortrust.id - Kasus suap pengurusan impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang menjerat bos Blueray Cargo Group, John Field menyeret nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/5/2026), Djaka dan pimpinan DJBC disebut turut hadir dalam sejumlah pertemuan dengan para pimpinan kargo, termasuk John Field.

Baca Juga

Namanya Muncul di Dakwaan Bos Blueray, Dirjen Bea Cukai Berpeluang Diperiksa KPK

DJBC merespons munculnya nama Djaka dalam surat dakwaan John Field itu. Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC, Budi Prasetiyo mengatakan institusinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.

“Dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” ujar Budi, dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Perkara kasus suap ini bermula sekitar Mei 2025 ketika John Field bertemu Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Rizal di sebuah restoran, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada Juni 2025, John kembali bertemu dengan Kabusdit Intelijen Direktorat P2 DJBC, Sisprian Subiaksono di kantor DJBC, Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam pertemuan itu, ada pula Rizal. Sisprian memperkenalkan John kepada Kepala Seksi Intelijen Kepabean I Direktorat P2 DJBC, Orlando Hamonangan Sianipar. Pertemuan itu membahas rencana pertemuan lanjutan dengan pejabat-pejabat di DJBC.

Pada Juli 2025, terjadi pertemuan pejabat DJBC dengan John di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini, Djaka turut hadir.

Pertemuan John dengan sejumlah pejabat DJBC berlanjut pada Agustus 2025. Pada pertemuan tersebut, John dan Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan Blueray Cargo, Dedy Kurniawan Sukolo bertemu kembali dengan Orlando. Dalam pertemuan, John mengeluhkan meningkatnya barang impor Blueray Cargo yang masuk jalur merah dan terkena dwelling time.

Baca Juga

Bos Blueray Cargo Didakwa Suap Pejabat Bea Cukai Senilai Rp 61,3 Miliar

Dalam kesempatan selanjutnya, Dedy mengolah dan memodifikasi dokumen agar acuan dalam memilih jalur pelabuhan laut tak dianggap berisiko tinggi. Kemudian, proses pengeluaran barang impor Blueray Cargo juga dipermudah dengan bantuan Rizal, Sisprian, dan Orlando.

Sebagai imbalan, sejak Juli 2025 hingga Januari 2026, John Field bersama Dedy dan Andri disebut memberikan uang total Rp 61.301.939.000 dalam bentuk dolar Singapura kepada pejabat DJBC. Pemberian uang diberikan di berbagai lokasi mulai kantor DJBC, restoran di Kelapa Gading, dan hotel di Jakarta hingga Bali.

Selain uang, ketiganya juga memberikan fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.845.000.000.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024