Peringati Hardiknas 2026, IKA UNJ Desak Optimalisasi Dana Abadi Pendidikan dan Sinkronisasi Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ), Sugeng Suparwoto, menyampaikan refleksi penting dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Momentum tahunan ini ia jadikan landasan untuk mendesak pemerintah dan seluruh institusi pendidikan agar melakukan evaluasi mendalam terhadap aksesibilitas pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi lemah. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh terhambat oleh kendala finansial dalam bentuk apa pun.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian IKA UNJ adalah perlunya perbaikan skema distribusi bantuan biaya kuliah agar lebih tepat sasaran. Sugeng Suparwoto menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap bantuan finansial saat ini sangat mendesak demi menjaga keberlanjutan studi mahasiswa berprestasi.
"Pendidikan adalah hak dasar. Kami mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap skema bantuan biaya kuliah agar tidak ada lagi mahasiswa berprestasi yang terhenti langkahnya hanya karena kendala finansial," ungkap Sugeng dalam keterangan resminya Sabtu, (2/5/2026).
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk memaksimalkan pengelolaan Dana Abadi Pendidikan bagi kepentingan mahasiswa secara langsung. Hasil pengelolaan dana tersebut diharapkan dapat dikonversi untuk menekan beban operasional mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Langkah strategis ini diyakini mampu menjaga biaya pendidikan tetap terjangkau oleh masyarakat luas tanpa sedikit pun mengurangi standar kualitas akademik yang ada.
Baca Juga
Hardiknas 2026, Ini 15 Tranformasi Pendidikan di Era Educator in Chief Prabowo Subianto
Persoalan angka pengangguran terdidik yang masih tinggi juga tidak luput dari sorotan IKA UNJ. Sugeng menilai adanya kesenjangan yang nyata antara kurikulum di perguruan tinggi dengan dinamika kebutuhan dunia kerja yang berubah sangat cepat. Sebagai solusi konkret, IKA UNJ berkomitmen untuk memperkuat konsep link and match dengan melibatkan para alumni sebagai mentor aktif bagi para mahasiswa. Keterlibatan alumni secara langsung diharapkan mampu membekali lulusan dengan keterampilan relevan yang dibutuhkan industri saat ini.
Strategi ini juga diarahkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki mentalitas yang tidak hanya sekadar mencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui wirausaha sosial. Upaya tersebut bertujuan untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat. “Kami akan melibatkan alumni sebagai mentor untuk mencetak lulusan yang siap bekerja maupun menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha sosial," tambah pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XII DPR RI tersebut.
Selain aspek akademik dan ekonomi, IKA UNJ menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bermartabat dan aman bagi seluruh civitas akademika. Sugeng menegaskan bahwa institusi pendidikan harus bersih dari praktik perundungan, kekerasan seksual, serta intoleransi yang merusak moral bangsa. Ia mendukung penuh penerapan sanksi tegas bagi pelaku kejahatan tersebut serta penyediaan sistem pencegahan dini yang inklusif untuk melindungi korban secara maksimal di lingkungan kampus.
"Kita harus menghapuskan 'tiga dosa besar' di institusi pendidikan. IKA UNJ mendukung penuh pemberian sanksi tegas bagi pelaku dan perlindungan maksimal bagi korban melalui sistem pencegahan dini yang inklusif," pungkas Sugeng menutup pernyataannya.

