Prabowo Hadiri ‘May Day’ di Monas, Jumhur Hidayat Sampaikan Terima Kasih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas upaya menyatukan elemen buruh pada Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
"Saya hanya ingin berterima kasih kepada Presiden karena telah memastikan bahwa kaum buruh Indonesia sekarang bersatu di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Insyaallah semua cita-cita yang diharapkan bisa terwujud karena persatuan ini," kata Jumhur pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Jumhur juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo yang dinilai berperan dalam menyatukan buruh.
Baca Juga
May Day 2026: KSPSI Minta Beasiswa, RS Buruh, dan Museum Marsinah ke Prabowo
"Kami juga berterima kasih Bapak Prabowo telah meminta aparat Bapak dan orang-orang dekat Bapak untuk bisa menyatukan kami semua, Profesor Sufmi Dasco Ahmad, Pak Kapolri, Pak Menaker, Pak Mensesneg, semua, kami bersatu bersama akhirnya terjadilah persatuan ini," ujar dia.
Presiden Prabowo menghadiri peringatan May Day 2026 yang dipusatkan di Silang Monas. Kehadirannya disambut massa buruh yang diperkirakan mencapai sekitar 200.000 orang. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Prabowo menghadiri peringatan Hari Buruh.
Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan kehadirannya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh, tani, dan nelayan. "Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Baca Juga
Sederet Kado Prabowo untuk Buruh di May Day 2026, dari Satgas PHK hingga Perpres Ojol
Prsiden menegaskan, kebijakan pemerintahannya ditujukan untuk kepentingan rakyat, khususnya buruh. Sejumlah kebijakan yang disampaikan antara lain kenaikan upah minimum 2025 sebesar 6,5% dan 2026 sebesar 5-8%, subsidi rumah bagi lebih dari 274.000 pekerja, bantuan subsidi upah bagi 15 juta pekerja, serta pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) setelah 22 tahun terbengkalai.
Selain itu, pemerintah mencatat pembukaan lapangan kerja baru melalui berbagai program, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), investasi, dan hilirisasi industri. Pemerintah juga memberikan insentif pajak, jaminan sosial ketenagakerjaan, serta program pelatihan vokasi bagi puluhan ribu peserta.
Perwakilan buruh dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan berbagai aspirasi secara bergantian di hadapan kepala negara, yang disebut mendengarkan dan mencatat masukan yang disampaikan.

