Wapres Gibran Kenakan Atribut Papua saat Kunjungan Kerja di Nabire
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengenakan mahkota kasuari dan tas selempang noken khas Papua saat tiba di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). Ketibaan Gibran di di Bandara Douw Aturure Nabire ini mengawali kunjungan kerja Gibran di Tanah Papua.
Gibran bersama rombongan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk disambut Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa. Wapres kemudian menyalami gubernur beserta jajaran sebelum meninjau Bandara Douw Aturure yang telah direvitalisasi sejak 2025. Ia juga melihat langsung ruang tunggu dan area dalam bandara usai menerima penjelasan terkait proses revitalisasi.
Baca Juga
Perkuat UMKM Perempuan, Wapres Gibran Janjikan Fasilitas Pemasaran Inklusif
Dikutip dari Antara, sejumlah warga yang berada di lokasi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersalaman dan berfoto bersama Wapres Gibran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kunjungan kerja Gibran ke Nabire akan dilanjutkan ke Timika, Sorong, hingga Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kunjungan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di Tanah Papua sebagai prioritas nasional.
Dalam agenda di Nabire, Wapres Gibran dijadwalkan meninjau pelabuhan serta kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, termasuk progres pembangunan rumah susun aparatur sipil negara (ASN). Selanjutnya, Wapres akan melanjutkan perjalanan ke Timika untuk melaksanakan sejumlah agenda, di antaranya berinteraksi dengan masyarakat.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya pada sektor infrastruktur, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
JK Usul BBM Naik, Gibran: Pemerintah Pilih Efisiensi demi Rakyat Kecil
Selain peninjauan, Wapres juga dijadwalkan berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal guna menyerap aspirasi serta memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua.

