Cak Imin Soroti Peran IKA PMII dan Kritik Kepemimpinan PBNU
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menko Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya peran Ikatan Alumni (IKA) PMII dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menanggulangi kemiskinan. Cak Imin juga mengkritik kepemimpinan PB Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam acara Halal Bihalal PB IKA PMII di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026) malam, Muhaimin Iskandar mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan kembali kader lintas generasi.
Menurut Cak Imin, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan peran strategis PMII dalam kehidupan berbangsa. Itu karena IKA PMII telah menjadi kekuatan sendiri dalam seluruh aspek pengabdian.
Baca Juga
Anggota BPK Fathan Subchi Terpilih Pimpin IKA PMII 2025-2030
“PMII dan seluruh alumninya sudah bukan sekedar jamaah yang tumbuh dengan berbagai perjalanan sejarah yang kita lalui, tetapi sudah menjadi jam’iyah yang betul-betul mampu bersinergi dalam berbagai keadaan,” ujar dia.
Cak Imin mencontohkan sinergi tersebut melalui upaya bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid dalam mengatasi kemiskinan melalui akses terhadap tanah. Tanah merupakan kebutuhan dasar yang sangat strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Kita sedang berusaha terus mengatasi kemiskinan melalui pemetaan kebutuhan yang paling asasi, yaitu tanah. Jadi, Pak Nusron ini kita doakan supaya bank tanah atau tanah-tanah yang menjadi kekayaan negara diprioritaskan kepada kaum miskin. Dasar penanggulangan kemiskinan itu ya modal dasarnya adalah akses kepada tanah,” kata Muhaimin.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar juga menyampaikan kritik terhadap kondisi internal di PB NU. Ia menilai kepemimpinan PB NU saat ini belum mampu menjawab harapan umat.
“Kesimpulannya sama, rezim hari ini sudah tidak boleh diteruskan. Tidak boleh diteruskan karena tidak mampu lagi kita menitipkan harapan, terutama ketua umum PBNU yang sekarang menurut saya sudah gagal,” ucap Muhaimin.
Baca Juga
Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Minta Nahdliyin Tak Terbawa Isu di Medsos
Cak Imin mengaku enggan membeberkan hal tersebut, namun perlu menyampaikannya karena tidak banyak pihak yang berani menyuarakan hal serupa. PMII dan IKA PMII memiliki kedekatan historis dan ideologis dengan NU, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga dan membenahi organisasi tersebut.
“IKA PMII itu yang paling dekat adalah NU. Kalau PMII bersatu, Indonesia akan lebih baik di hari-hari yang akan datang. Indonesia yang paling pendek itu tentu saja NU. Ini organisasi besar, kiprahnya luar biasa, pengaruhnya besar,” tegas dia.
Karena itu, kata Cak Imin, PB NU harus dikelola secarabenar. “Siapa lagi yang bisa dimintain tolong? Yang paling memungkinkan ya IKA PMII. Semua badan otonomi NU saya kira bisa dimintai tolong untuk menata ini,” tutur Muhaimin.

