Menhaj Ancam Jatuhkan Denda hingga Blacklist 10 Tahun terhadap Haji Tanpa Visa
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat yang berencana berangkat ke Tanah Suci tanpa dokumen resmi. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan Pemerintah Arab Saudi akan memperketat pemeriksaan dokumen selama musim haji 2026.
Menhaj meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri berangkat jika tidak memiliki visa haji resmi.
"Kami berharap tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berangkat haji tanpa menggunakan visa haji yang resmi. Tahun lalu, tercatat ada 1.000 orang yang ditahan dan dicegah berangkat karena masalah ini," ujar Menhaj Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/3/2026).
Baca Juga
Kloter Pertama Haji Berangkat 22 April, Yogyakarta Jadi 'Pilot Project' Embarkasi Tanpa Asrama
Berdasarkan evaluasi tahun lalu, banyak warga negara Indonesia yang sudah terlanjur sampai di Arab Saudi namun tertahan di perbatasan kota. Mereka umumnya menggunakan visa ziarah atau visa kerja yang secara aturan tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah haji.
Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan itu memperingatkan tahun ini otoritas Saudi akan jauh lebih selektif. Pemeriksaan ketat akan dilakukan di berbagai titik menuju Makkah untuk menyisir jemaah non-prosedural.
"Saya khawatir jika sudah terlanjur berangkat ke sana, pasti ditolak masuk. Jangan sampai niat ibadah justru berujung pada permasalahan hukum," paparnya.
Sanksi Berat Menanti: Deportasi hingga Cekal
Pemerintah memerinci setidaknya ada empat konsekuensi fatal bagi mereka yang nekat berhaji dengan visa tidak resmi, antara lain:
- Penolakan Masuk: Jemaah akan langsung dipulangkan saat pemeriksaan di titik masuk.
- Denda Materiil: Otoritas Saudi menerapkan sanksi denda yang besar.
- Deportasi: Pemulangan paksa ke negara asal.
- Blacklist 10 Tahun: Pelarangan masuk ke wilayah Arab Saudi untuk segala keperluan selama satu dekade.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan 277 Hotel untuk Haji 2026, Layanan Kesehatan Gandeng RS Arab Saudi
Irfan memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan sesuai target. Fokus utama pemerintah adalah memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, sehat, dan nyaman.
"Kami berharap rombongan jemaah haji bisa berjalan lancar, sukses, dan mendapatkan haji yang mabrur. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap aturan visa ini sangat krusial bagi keselamatan dan kenyamanan jemaah sendiri," katanya.

