IHSG Sesi I Turun Tipis 0,15%, Saham DSSA dan BREN Jadi Penyelamat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (9/4/2026), bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup turun tipis 11,18 poin (0,15%) menjadi 7.268. Rentang pergerakan 7.191-7.290 dengan nilai transaksi Rp 8,61 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas indeks saham Asia. Adapun tekanan terbesar datang dari pelemahan saham sektor industry 1,73%, sektor energi 0,53%, sektor consumer non primer 0,54%, sektor teknologi 0,60%, sektor keuangan 0,80%, dan sektor property 0,29%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan transportasi.
Baca Juga
Raker Selama 4 Jam, Ini Intisari Taklimat Prabowo ke Seluruh Kabinet hingga Bos BUMN
Sebaliknya empat saham emiten big cap berikut jadi penahan indeks jatuh lebih dalam, seperti DSSA mengaut 15,30% menjadi Rp 3.090, BREN naik 6% menjadi Rp 5.300, TPIA menguat 5,13% menjadi Rp 4.710, dan BRPT naik 4,25% menjadi Rp 1.840.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham beriktu catatkan lompatan pesat, seperti CTTH naik 30,99% menjadi Rp 93, HDFA mengaut 27,47% menjadi Rp 116, saham TRUK naik 24,66% menjadi Rp 364, PMUI naik 18,68% menjadi Rp 108, dan ROCK menguat 17,74% menjadi Rp 2.920.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 308 poin (4,42%) menjadi 7.279 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 632,87 miliar oleh investor asing. Net buy terbanyak disumbangkan BBNI sebanyak Rp 142,80 miliar, AADI mencapai Rp 142,54 miliar, dan BRMS senilai Rp 96,09 miliar.
Baca Juga
Saham Barito dan Sinarmas Angkat IHSG dari Zona Merah Jelang Penutupan Sesi I, DSSA Melonjak 16%
Kenaikan IHSG tersebut sejalan dengan penguatan signifikan seluruh indeks pasar saham Asia setelah gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu disepakati. Gencatan senjata juga disertai dengan pembukaan selat Hormuz yang langsung direspons penurunan drastic harga minya dunia hari ini.
Kenaikan pesat tersebut sejalan dengan lompatan harga seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar melambung 8,79%, sektor infrastruktur 6,27%, sektor industry 6,06%, sektor consumer primer 4,39%, sektor teknologi 4,19%, dan sektor keuangan 2,63%.
Lompatan indeks tersebut juga ditopang penguatan harga saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, BBRI, BYAN, AMMN, DSSA, TPIA, BMRI, hingga BRPT. Lompatan juga melanda saham ASII, BBNI, EMAS, dan sejumlah saham kapitalisasi pasar bernilai jumbo lainnya.

