BEI Targetkan Evaluasi FCA Saham Rampung Kuartal II-2026, Fokus Sederhanakan Sistem
JAKARTA, investortrust.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan evaluasi mekanisme perdagangan saham melalui Full Call Auction (FCA) tuntas pada kuartal II-2026.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, proses evaluasi saat ini masih berlangsung dan baru memasuki tahap awal pada kuartal kedua.
“Ya, kami harapkan demikian (selesai di kuartal II),” kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca Juga
BEI Kaji Ulang FCA Saham, Peluang Kembali ke Continuous Trading Terbuka
Ia menjelaskan, evaluasi FCA merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan secara berkala. BEI menilai masih terdapat ruang untuk penyempurnaan dalam sistem perdagangan tersebut.
“Sesuai seluruh kebijakan, kami melakukan review secara periodik, FCA juga termasuk yang kami review. Kami melihat ada ruang untuk penyempurnaan atau perbaikan,” ujarnya.
Menurut Jeffrey, peningkatan transparansi data seperti granularitas kepemilikan saham serta penyesuaian free float ke level 15% dapat memengaruhi kebutuhan terhadap sejumlah kriteria dalam penempatan emiten di papan pemantauan khusus.
Baca Juga
Laba Bertumbuh Kuat di Tengah Pelemahan Pasar Properti, Saham Pakuwon (PWON) Layak Dihargai Segini
“Dengan transparansi yang lebih tinggi, tentu dampaknya signifikan. Perlu dilihat lagi apakah sebagian atau seluruh kriteria papan pemantauan khusus itu masih diperlukan,” tuturnya.
Lebih lanjut, penyesuaian sistem perdagangan melalui skema FCA diperkirakan akan difokuskan pada penyederhanaan, bukan penambahan aturan baru. “Most likely pengurangan, tidak akan ada penambahan,” kata Jeffrey.

