BEI Unsuspensi Saham DCII dan MFIN, Keduanya Langsung Masuk FCA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka transaksi (unsuspensi) saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mulai sesi I, Rabu (5/8/2025). Kedua saham akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Sebagaimana diketahui MFIN dan DCII sebelumnya terkena penghentian sementara (suspense) lebih dari satu hari perdagangan dipicu alasan berbeda. DCII disuspensi akibat lompatan harga dalam beberapa hari sebelum suspensi. Data BEI menyebutkan lompatan harga sebanyak 131% menjadi Rp 346.725 dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi per 24 Juli 2025. Sedangkan year to date (ytd), saham ini telah melesat 715%.
Baca Juga
Sebaliknya saham MFIN dihentikan setelah terjadi penurunan drastic mencapai 72% menjadi Rp 880 dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi pada 18 Juli 2025. Sedangkan penurunan saham ytd mencapai 51,37%. Penurunan drastic tersebut membuat perdagangan saham emiten ini dihentikan oleh otoritas bursa.
Terkait kinerja keuangan, laba bersih emiten portofolio Anthony Salim (DCII) cetak lompatan dari Rp 299,62 miliar menjadi Rp 616,95 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 737,30 miliar menjadi Rp 1,33 triliun hingga Juni 2025.
Emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia ini juga membukukan lompatan laba usaha dari Rp 378,66 miliar menjadi Rp 741,61 miliar pada semester I-2025. Adapun laba per saham dasar melesat dari Rp 126 menjadi Rp 259 per saham.
Baca Juga
Begini Progres Merger Antara Adira Finance (ADMF) - Mandala Finance (MFIN)
Lompatan saham tersebut juga menjadikan tiga pengendali DCII, nilai kekayaan tiga pengendalinya makin menggunung. Forbes real time hari ini mengungkap nilai kekayaan Otto Toto Sugiri, pengendali 29,9% saham DCII, bertambah sebanyak US$ 1,1 miliar menjadi US$ 13,9 miliar (Rp 226,40 triliun) atau menempati peringkat terkaya kelima di Indonesia. Marina Budiman, pemegang 22,51% saham DCII, bertambah US$ 834 juta menjadi US$ 10,2 miliar (Rp 166,13 triliun) dan menempatkanya menjadi perempuan terkaya sekaligus peringkat enam terkaya di Indonesia.
Terakhir, Han Arming Hanafia, pemegang 14,11% saham DCII, bertambah US$ 523 juta menjadi US$ 6,6 miliar (Rp 107,50 triliun), sehingga dirinya menjadi orang terkaya kedelapan di Indonesia. Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, ikut kecipratan atas kenaikan pesat saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII, sehingga nilai sahamnya kini mencapai Rp 96,89 triliun atau setara dengan US$ 5,6 miliar.

