Resmi Dilantik Jadi Bos Baru OJK, Friderica Widyasari Dewi Tekankan Stabilitas dan Pemulihan Kepercayaan Publik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi resmi dilantik bersama sejumlah jajaran Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK lainnya. Ke depan, regulator bakal tekankan stabilitas sektor jasa keuangan dan pemulihan kepercayaan publik.
Dalam pernyataannya, Friderica menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Komisi XI DPR RI, serta panitia seleksi (pansel) atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami ingin menyampaikan, yang pertama ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, juga kepada tentunya pada Komisi XI dan juga bapak-Ibu pansel yang melantik saya pada hari ini,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Pengucapan Sumpah Anggota Dewan Komisioner OJK, di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (26/3/2026).
Friderica mengakui, tantangan yang dihadapi sektor jasa keuangan ke depan tidaklah ringan, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Meski begitu, ia optimistis dengan soliditas tim yang ada.
Baca Juga
Sah! Ketua Mahkamah Agung Lantik Friderica Widyasari Dewi dan Enam Komisioner Baru OJK
“Kami yakin dengan teamwork yang solid di ADK OJK, insyaallah bisa membawa sektor jasa keuangan kita untuk semakin maju ke depan dan tentu saja yang pertama target kita adalah menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia,” katanya.
Prioritas kedua, lanjut Friderica, adalah memulihkan kepercayaan publik, khususnya di sektor pasar modal. “Hal itu tetap menjadi agenda prioritas kita untuk memulihkan kepercayaan publik, terutama dari sisi pasar modal dan juga sektor yang lain,” ucapnya.
Selanjutnya, OJK akan mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serta mendukung program prioritas pemerintah. Upaya ini akan dilakukan melalui penguatan pengawasan terintegrasi dan pendalaman pasar keuangan.
Di lain sisi, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelindungan konsumen. OJK, kata dia, akan memastikan bahwa perkembangan sektor keuangan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Friderica mengatakan, OJK juga akan terus melakukan pengawasan dan perizinan secara terintegrasi. Juga terus melakukan pendalaman pasar, sehingga sektor jasa keuangan bisa lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tentu ini semua tidak boleh mengorbankan kepentingan konsumen dan masyarakat. Ini nanti tugasnya Pak Dicky juga cukup berat ya, bagaimana sektor jasa keuangan bisa terus tumbuh, berinovasi, tapi tetap dengan mengedepankan pelindungan kepada konsumen dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, OJK juga akan memperkuat penegakan hukum (enforcement) terhadap pelanggaran di sektor jasa keuangan, serta meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Bagaimana stakeholder kita sangat support kepada OJK, dan itu juga menunjukkan bagaimana kita harus terus berkolaborasi, bersinergi, untuk perekonomian Indonesia yang semakin baik ke depan,” kata Friderica.
Selain Friderica, ada sejumlah nama lainnya yang dilantik menjadi ADK OJK untuk periode 2026-2031. Antara lain:
- Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.
- Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
- Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
- Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.
- Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK.
- Thomas A.M Djiwandono sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK ex-officio Bank Indonesia.
- Juda Agung sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK ex-officio Kementerian Keuangan.

