Harga Logam Mulia Diprediksi di Bawah Rp 3 Juta Per Gram Pekan Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia di bawah Rp 3 juta per gram pada perdagangan pekan depan. Hal ini sejalan dengan jatuhnya harga emas dunia dan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya Ibrahim mencatat bahwa pada penutupan perdagangan Sabtu (21/3/2026) pagi, harga logam mulia telah jatuh ke level Rp 2.893.000 per gram. Ia memproyeksikan tren koreksi ini masih mungkin berlanjut jika tekanan global tidak mereda.
"Ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia kemungkinan akan di bawah 3 juta ya kemungkinan, itu di Rp 2.980.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Baca Juga
Gejolak Timur Tengah Bayangi Harga Emas Dunia dan Logam Mulia, Ini Prediksi Pengamat
Ibrahim menjelaskan bahwa jika terjadi koreksi lanjutan pada hari Senin (23/3/2026), harga logam mulia berada di Rp 2.840.000 per gram. Bahkan, jika tekanan pasar semakin kuat, harga bisa menyentuh level support kedua di angka Rp 2.800.000 per gram.
Menurutnya penurunan tersebut dipicu oleh rontoknya harga emas dunia yang ditutup tajam di level US$ 4.497,37 per troy ons.
Kondisi tersebut diperparah oleh indeks dolar AS yang terus menguat menuju level 101.20, sehingga daya tarik emas sebagai aset safe haven untuk sementara tersisih oleh dolar. Namun, Ibrahim menilai pelemahan harga logam mulia di dalam negeri akan tertahan oleh kondisi nilai tukar Rupiah yang juga sedang melemah.
"Mata uang Rupiah masih akan terus mengalami pelemahan ya sehingga menahan turunnya harga logam mulia dikarenakan harga Rupiah terus mengalami pelemahan. Sehingga ada kecenderungan harga logam mulia, walaupun harga emas dunia mengalami penurunan, logam mulia kemungkinan akan kembali stabil, stagnan, dan akan kembali menuju level 3 jutaan," jelasnya.
Baca Juga
ETF Emas Dinilai Jadi Alternatif Investasi Modern di Tengah Lonjakan Harga Logam Mulia
Meski diprediksi melandai pekan depan, Ibrahim tetap memberikan catatan optimis bagi para investor jangka panjang. Ia meyakini bahwa tren penurunan ini merupakan koreksi teknis di tengah situasi geopolitik yang masih panas.
"Saya masih optimis bahwa harga emas dunia, logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," ujarnya.

