Analis: Pasar Modal RI Tak Mungkin Diturunkan Jadi 'Frontier Market'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Analis menilai pasar modal Indonesia tidak akan mengalami penurunan peringkat oleh lembaga indeks global. Fundamental ekonomi yang kuat serta posisi Indonesia sebagai negara pemasok komoditas penting dinilai menjadi faktor utama yang membuat investor asing tetap tertarik masuk ke pasar saham domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam laporan mingguan per 6 Maret 2026, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,22 triliun.
"Nggak mungkin (diturunkan). Karena size ekonomi kita gede. Dengan size segede ini di ASEAN, kita nggak mungkin diturunin. Nggak pas, nggak mungkin diturunin," tegas Analis Pasar Modal, Hans Kwee saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (10/3/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi peningkatan transparansi dan kondisi ekonomi yang stabil justru menjadi faktor yang membuat investor global semakin tertarik pada pasar saham Indonesia. "Jadi, kalau kita transparansinya meningkat, ekonomi kita baik, dia (asing) senang. Sebenarnya, asing itu ngincar saham kita. Mereka pengen beli saham kita," tambah Hans.
Selain itu, tren kenaikan harga komoditas global juga berpotensi menjadi katalis bagi pasar saham Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama komoditas strategis dunia seperti nikel, timah, emas, dan batu bara.
"Kan sekarang booming komoditas. Nikel ada di sini, timah ada di sini, emas ada di sini, batu bara ada. Ini kan ya, resources yang naik karena AI (artificial intelligence)," terang dia.
Baca Juga
Selain faktor komoditas, Hans menilai investor global juga mulai melihat valuasi saham Indonesia yang relatif murah dibandingkan pasar lain. "Ada dua hal, dia (asing) tuh mereka udah melihat valuasi kita murah. Jadi mereka udah bergerak masuk ke sini," ucap Hans.
Menurut Hans, arus dana asing mulai masuk sejak pasar saham Indonesia kembali menjadi perhatian dalam indeks global.
"Jadi itu terjadi bukan baru saat ini kan. Begitu MSCI terjadi, setelah itu kan dia (asing) mulai inflow masuk ke sini. Pertama, karena dia (asing) lihat fundamental kita murah. Yang kedua, dia (asing) juga melihat Indonesia itu nggak mungkin turun ke frontier market. Nggak mungkin turun kesana," katanya.
Hans menambahkan, proposal yang diajukan kepada lembaga indeks global juga berpotensi memperkuat posisi pasar modal Indonesia. Karena itu, ia menyarankan investor untuk mencermati saham-saham dengan fundamental kuat, khususnya yang terkait dengan sektor komoditas.

