STA Resources (STAA) Cetak Kenaikan Laba 25,6% di 2025, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) atau STA Resources membukukan lompatan laba bersih sebanyak 25,6% menjadi Rp 1,82 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,45 triliun.
Manajemen dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan 50,2% dari Rp 6,43 triliun menjadi Rp 9,66 triliun. Laba usaha meningkat dari Rp 1,86 triliun menjadi Rp 2,36 triliun.
Baca Juga
Fokus Kembangkan Proyek Karbon, Sumber Tani Agung (STAA) Raih Investortrust ESG Awards 2025
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 1,60 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun. Laba per saham dasar naik dari Rp 118 menjadi Rp 147 per saham.
Peningkatan kinerja keuangan tersebut sejalan dengan kenaikan produksti tandan buah segar (TBS) STAA menjadi 1,08 juta ton tahun ini, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 1,04 juta ton. Sebaliknya penjualan CPO turun dari 381 ribu ton menjadi 290 ribu ton.
Baca Juga
Sempat Tembus US$ 120, Harga Minyak Anjlok Setelah Trump Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz
Terkait tahun 2026, STA Resources memfokuskan penguatan posisinya sebagai perusahaan agribisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui peningkatan kapasitas produksi, ekspansi fasilitas pengolahan, penerapan inovasi dan mekanisasi operasional, serta penguatan praktik keberlanjutan guna mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang.
STAA merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Perseroan menguasai 15 perkebunan kelapa sawit, 10 pabrik kelapa sawit, dan beberapa pabrik bogas, ekstrasi ampas, pengolahan inti, dan refinery. Perseroan menguasai sebanyak 49.304 hektare area tertanam kelapa sawit.

