Sumber Tani (STAA) Cetak Lonjakan Laba 54,2% di Kuartal I-2025, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), perusahaan perkebunan kelapa sawit, membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 54,2% dari Rp 197,58 miliar menjadi Rp 304,70 miliar.
Manajemen STAA dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/4/2025), mengungkap bahwa penjualan bersih naik dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp 1,66 triliun. Laba bruto juga meningkat dari Rp 369,85 miliar menjadi Rp 573,72 miliar.
Baca Juga
Saham BCA (BBCA) Diganjar Target Ini Usai Rilis Kinerja Kuartal I-2025
Kenaikan tersbeut berdampak terhadap peningkatan laba per saham dasar STAA dari Rp 18 menjadi Rp 28 per saham. Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham STAA ditutup di level Rp 860.
STAA mengelola 15 perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Perusahaan juga mengelola perkebunan plasma yang bekerjasama dengan petani kecil.
Baca Juga
Konsumen Beralih, Laba Unilever (UNVR) Kembali Tergerus di Kuartal I-2025
Terkait target tahun ini, Sumber Tani Agung (STAA) mengincar pertumbuhan pendapatan 35%, seiring dengan beroperasinya pabrik refinery untuk memproses minyak kelapa sawit (CPO) menjadi Refined Bleached Degumming Palm Oil (RBDPO), yaitu minyak sawit yang sudah diproses dan siap untuk dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan baku industri lainnya.
Tahun lalu, STAA mencetak kenaikan pendapatan sebanyak 21,83% menjadi Rp 6,43 triliun terdorong kenaikan harga jual CPO hingga peningkatan produktivitas kebun perseroan. Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan laba bersih atau laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun lalu sebanyak 88,04% menjadi Rp 1,28 triliun.

