Bagikan

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 4 Pekan, Bisa Naik ke US$ 78.000?

Poin Penting

Harga Bitcoin naik dan mencapai level tertinggi dalam empat pekan, melanjutkan pemulihan sejak awal Februari.
Indikator derivatif menunjukkan pelaku pasar masih cenderung defensif. Premi opsi put yang lebih tinggi dan basis rate futures yang masih lemah menandakan investor profesional masih waspada terhadap potensi koreksi.
Banyak pemegang Bitcoin masih berada dalam posisi rugi, sehingga kenaikan harga berisiko memicu aksi jual saat mereka mencoba keluar.

JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) menguat pada perdagangan Rabu (4/3/2026) dan mencapai level tertinggi dalam empat pekan, memperpanjang pemulihan dari titik terendah lokal awal Februari. Namun, meski momentum bullish menguat, peluang untuk menembus area US$ 78.000 dinilai tidak mudah karena sentimen pasar derivatif dan tekanan jual masih membayangi.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Kamis (5/3/2026) pukul 06.52 WIB Bitcoin tengah berada di US$ 72.628, naik 6,01% selama sehari dan naik 6,51% sepekan. Koin nomor wahid itu bergerak di kisaran US$ 72.000–72.700, dengan intraday high US$ 73.984.

Secara teknikal, penguatan ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk mendekati kembali level penutupan bulanan Januari di sekitar US$7 8.700. Akan tetapi, indikator pasar menunjukkan pelaku bearish belum benar-benar keluar. Premi opsi put atas call masih mencerminkan permintaan lindung nilai terhadap penurunan, sementara basis rate futures tahunan juga masih berada di bawah ambang netral, menandakan minat terhadap posisi bullish leverage belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa reli harga belum diikuti keyakinan penuh dari investor profesional.

Baca Juga

Bitcoin Bergejolak Imbas Perang Timur Tengah, Investor Ditekankan Pentingnya Manajemen Risiko

Tekanan juga datang dari sisi onchain. Sebagian besar pemegang Bitcoin masih berada dalam posisi rugi dibanding harga beli mereka, sehingga setiap kenaikan harga berpotensi memicu aksi jual bertahap saat investor mencoba keluar di level yang lebih baik. Risiko itu dinilai dapat membatasi laju kenaikan dan membuat reli Bitcoin cenderung tertahan sebelum mampu menembus resistance penting di atas US$ 76.000–US$ 78.700.

Dari sektor fundamental, pasar juga mencermati tekanan pada industri penambangan Bitcoin. Profitabilitas penambang tertekan oleh kenaikan biaya energi dan pergeseran minat ke komputasi AI, sehingga muncul kekhawatiran sebagian perusahaan tambang akan beralih menjadi penjual bersih BTC. Di saat yang sama, level US$ 76.020 yang disebut sebagai rata-rata harga akuisisi Bitcoin milik Strategy menjadi area psikologis penting. Selama harga masih bergerak di bawah atau dekat area tersebut, pasar bearish dinilai masih memiliki insentif untuk menahan laju kenaikan.

Baca Juga

Dolar Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Dengan demikian, pasar saat ini berada dalam fase pemulihan yang kuat tetapi belum sepenuhnya sehat. Bitcoin memang berhasil bangkit tajam dari level terendah Februari, namun untuk mengonfirmasi perubahan tren yang lebih solid, pasar masih membutuhkan dorongan volume, perbaikan sentimen derivatif, dan penembusan yang meyakinkan di atas US$ 78.000. Selama itu belum terjadi, reli BTC berpotensi tetap dibayangi volatilitas dan tekanan ambil untung jangka pendek.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024