Laba Bersih Allo Bank (BBHI) Tumbuh 23% Jadi Rp 574 Miliar di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatat laba bersih setelah pajak (diaudit) tumbuh 23% year-on-year (yoy) menjadi Rp 574 miliar untuk tahun buku 2025. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan lompatan pendapatan operasional sebanyak 37%.
Plt. Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah mengatakan di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, BBHI berhasil mencatat pertumbuhan kinerja yang kompetitif dan berkelanjutan. Begitu juga dengan basis pelanggan, Allo Bank telah berhasil melampaui 14 juta nasabah pada akhir Desember 2025.
Baca Juga
Diversifikasi Produk RFID, Jasuindo (JTPE) Alokasikan Capex Rp 100 Miliar
“Pertumbuhan selama tahun 2025 ini melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat yang dicatatkan perseroan pada tahun 2024,” ujar Ari dalam keterangan yang diterima, Selasa (24/2/2026).
Pertumbuhan laba kuat tersebut ditopang kenaikan pendapatan operasional sebanyak 37% yoy menjadi Rp 1,983 triliun, ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya.
Baca Juga
BNI Ingatkan Kejahatan Siber Jelang Lebaran, Incar THR Nasabah
Pendapatan bunga bersih naik 29% yoy menjadi Rp 1,44 triliun hingga akhir 2025. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya melonjak 65% yoy menjadi Rp 543 miliar, didukung penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.
Pertumbuhan laba bersih juga sejalan dengan peningkatan rasio profitabilitas. Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat 10,1%, return on asset (ROA) 4,9%, dan return on equity (ROE) 7,9%, masing-masing meningkat 120 bps, 110 bps, dan 50 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penyaluran Kredit
Allo Bank (BBHI) juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit menjadi Rp 9,141 triliun pada akhir tahun fiskal 2025, didorong pertumbuhan di segmen ritel dan wholesale. Kualitas aset tetap terjaga dengan Gross dan Net Non Performing Loan (NPL) masing-masing sebesar 1,6% dan 0,6%.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat signifikan 56% yoy menjadi Rp 9,519 triliun. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.
Baca Juga
Tugu Insurance (TUGU) Pertahankan Rating A- (Excellent) dari AM Best Selama 10 Tahun Beruntun
Allo Bank (BBHI) mempertahankan tingkat permodalan yang kuat terhadap aset tertimbang menurut risiko (ATMR) dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 74,0% atau jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Ekuitas bank juga meningkat 3% yoy menjadi Rp 7,509 triliun yang mencerminkan pertumbuhan positif secara organik dari laba ditahan dan laba berjalan. “Posisi ekuitas yang kuat ini sangat suportif untuk mendukung aspirasi pertumbuhan Allo Bank di masa depan dan memposisikan Allo Bank sebagai salah satu bank umum berbasis digital dengan permodalan terbaik di Indonesia,” ujar Ari.

