Bagikan

OJK Respons Isu Surat MSCI yang Disebut Bikin Presiden Marah

Poin Penting

OJK telusuri laporan MSCI yang disebut picu kemarahan Presiden.
OJK intens komunikasi dan siapkan proposal perbaikan ke MSCI.
Hashim sebut empat surat MSCI tak dilaporkan ke Presiden.

JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi merespons soal laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disebut membuat Presiden Prabowo Subianto marah.

“Belum nih, saya sendiri baru mendengar tadi ya, tapi nanti kami coba telusuri yang beliau maksudkan,” kata Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (11/2/2026).

Ia menegaskan, dalam satu hingga dua minggu terakhir OJK telah melakukan komunikasi intensif dengan MSCI. “Tapi intinya teman-teman tahu sejak satu-dua minggu ini kita sangat intens melakukan tindak lanjut komunikasi dan bahkan menyepakati pola kerja dengan MSCI yang sudah terbukti,” jelas Hasan.

Menjawab pertanyaan terkait surat MSCI yang diabaikan, Hasan mengaku belum mengetahui secara rinci. “Saya belum tahu persisnya. Tapi yang pasti tindak lanjut yang diharapkan kan sekarang sudah berjalan di fase yang ini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pada Senin OJK telah bertemu langsung dengan seluruh analis MSCI. Hasil pertemuan tersebut, lanjut dia, sudah disampaikan melalui konferensi pers pada sore harinya. Setelah itu, rangkaian pertemuan teknis terus dilakukan.

“Hari ini bahkan nanti teman-teman tunggu ada sesuatu, ada progress yang juga menjadi usulan proposal dari tempat kita, dari OJK dan Bursa, yang sedang kita bahas di pertemuan hari ini 11 Februari 2025,” tuturnya.

Baca Juga

Prabowo Geram Empat Surat MSCI Tak Dilaporkan, Tegaskan Akan Ada Konsekuensi Serius

Hasan berharap, jika proposal tersebut disepakati, dapat meningkatkan kembali tingkat integritas, bahkan di luar atau di atas apa yang menjadi tuntutan awal atau permintaan awal dari MSCI.

Diberitakan investortrust.id sebelumnya, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan guncangan pasar saham domestik akibat laporan MSCI membuat Presiden Prabowo Subianto marah.

“Saya berbicara tentang level tertinggi di pemerintahan,” kata Hashim saat menjadi pembicara di China Conference Southeast Asia di St Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Hashim, kemarahan Presiden dipicu karena para pejabat tidak melaporkan adanya surat dari MSCI. Ia menyebut Morgan Stanley sebenarnya telah mengirim empat surat kepada pemerintah, namun tidak mendapatkan balasan.

“Yang sebenarnya membuat pemerintah sangat marah, marah terhadap para pejabatnya sendiri, yaitu MSCI telah mengirim empat surat,” ujarnya.

Hashim menegaskan, dengan adanya empat surat tersebut, laporan MSCI ke publik seharusnya tidak menjadi kejutan. “Orang-orang mengatakan itu mengejutkan. Seharusnya tidak,” kata dia.

Ia menambahkan, pemerintah murka karena tidak diberi informasi mengenai surat-surat tersebut. Padahal, laporan MSCI dinilai berkebalikan dengan kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang disebut dalam keadaan baik.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024